Larangan Nonton Sinetron

Bupati: Contohnya Sekarang Sinetron 'Anak Jalanan' atau 'Si Boy' atau Apalah

Bupati Tasikmalaya Ruzhanul melarang semua pelajar di wilayahnya untuk menonton sinetron di beberapa stasiun televisi yang tayang sehabis magrib

Bupati: Contohnya Sekarang Sinetron 'Anak Jalanan' atau 'Si Boy' atau Apalah
Shanghaiist
Ilustrasi anak nonton televisi 

POSBELITUNG.COM - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum melarang semua pelajar di wilayahnya untuk menonton sinetron di beberapa stasiun televisi yang tayang sehabis waktu magrib.

Pihaknya menilai, penanyangan sinetron itu telah mengganggu program pemerintah "Wajib Mengaji" yang waktu kegiatannya bersamaan sehabis magrib.

"Saya mengimbau, yang paling jelas melarang seluruh anak atau pelajar menonton sinetron yang tayang sehabis magrib. Sinetron ini telah menganggu program pemerintah 'Wajib Mengaji' yang mewajibkan seluruh anak dan pelajar mengaji sehabis magrib di madrasah atau masjid kampung masing-masing," jelas Uu kepada wartawan di Pendopo Tasikmalaya, Kamis (12/5/2016).

Larangan bupati ini diharapkan para anak dan pelajar di Tasikmalaya tak terganggu untuk melaksanakan kegiatan mengaji pada petang hari.

Selama ini, banyak laporan dari para orangtua yang menyayangkan banyaknya anak yang lebih memilih menonton sinetron sehabis magrib daripada mengaji.

"Contohnya sekarang sinetron 'Anak Jalanan' atau 'Si Boy' atau apalah yang banyak ditonton remaja bahkan anak-anak. Saya sekali lagi instruksikan melarang menonton sinetron sehabis magrib," tambah Uu.

Uu juga meminta seluruh orangtua untuk mendukung larangan ini. Seluruh orangtua diharapkan dapat memberi pengertian kepada anak-anaknya.

"Program magrib mengaji sangat penting. Terutama dalam memberikan pendidikan akhlak kepada anak. Juga pendidikan agama sebagai benteng akhlak setiap anak," pungkas dia.(*)

Editor: Wahyu Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved