Hasil Studi: Penghafal Alquran Hanya Perlu Mendengar untuk Belajar Bahasa Arab

Dari sebuah hasil penelitian, seseorang dapat belajar tata bahasa dengan cara menyerap probabilistik statistik kata-kata di sekitar kita.

Hasil Studi: Penghafal Alquran Hanya Perlu Mendengar untuk Belajar Bahasa Arab
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Yusuf (76) sedang mengajar ngaji di Masjid Al Azhar, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, Selasa (19/1/2016). ILUSTRASI 

POSBELITUNG.COM - Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menggunakan bahasa Arab di kesehariannya, tetapi tak sedikit di antara kita yang dapat menghafal Alquran.
Dari sebuah hasil penelitian, seseorang dapat belajar tata bahasa dengan cara menyerap probabilistik statistik kata-kata di sekitar kita.

Dengan demikian, seseorang hanya perlu mendengar untuk dapat menyimpulkan pola. Untuk mengetahui ini, para peneliti berusaha memisahkan dua proses pembelajaran tata bahasa.

Beberapa membuat tata bahasa buatan, nada dan bahkan menghubungkannya dengan makna.
Jawabannya, manusia dan bahkan anak kecil dapat memahami struktur tata bahasa dari pola data kata-kata.

Namun data hasil penelitian ini masih terlalu sedikit untuk menjelaskan bagaimana manusia mempelajari bahasa di dunia nyata.
Adapun penelitian tentang bagaimana seseorang menghafal Alquran dilakukan oleh Fathima Manaar Zuhurudeen dan Yi Ting Huang.

Mereka melakukan penelitian terhadap empat kelompok. Pertama adalah yang ikut kelas pelajaran bahasa Arab, dan kedua merupakan penghafal tanpa kelas.

Kelompok ketiga yakni bukan penghafal Alquran yang ikut kelas bahasa Arab, serta terakhir kelompok yang tak ikut kelas apapun.

Hasilnya, penghafal yang tak ikut kelas bahasa Arab justru menghafal Alquran lebih baik dibanding yang mengetahui aturan tata bahasanya.
Mereka memang tak paham tentang kata ganti, kata kerja dan kata benda tetapi mereka bisa menilai, apakah yang mereka dengar sebelumnya benar atau tidak.

Mereka juga memiliki pemahaman bawah sadar yang baik, meskipun tidak dapat berbahasa Arab.
Namun, bukan berarti penghafal Alquran yang ikut kelas bahasa Arab memiliki kemampuan yang lebih buruk. Penghafal yang ikut kelas justru paham aturan bahasa Arab.

Dari penelitian ini, kita dapat mengetahui bahwa seseorang dapat menghafal bahasa tanpa harus benar-benar memahami apa yang kita dengar. Yang diperlukan adalah mendengar dan menyerap kata-kata dari bahasa yang ingin dihafalkan.

Bila ingin belajar bahasa China atau Korea, tak ada salahnya Anda membaca puisi atau menonton drama dari negara tersebut. (tribunjogja.com)

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved