Semaraknya Pelaksanaan Tradisi Nganggung Warga Bangka di Kampung Kuburan Belanda

Tradisi nganggung ini sudah menjadi budaya khas orang bangka secara turun temurun yang hingga saat ini masih bertahan. Terlebih di bulan syawal

Semaraknya Pelaksanaan Tradisi Nganggung Warga Bangka di Kampung Kuburan Belanda
bangkapos/khamelia
Warga bersiap menyantap sajian nganggung di Festival Seni Budaya Kerkof Pangkalpinang Bangka Belitung. bangkapos/khamelia

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Ratusan dulang yang berisi makanan tersaji di sepanjang Jalan Sekolah tepatnya di kawasan kuburan belanda Kerkorf. Mulai dari anak-anak hingga para orangtua duduk lesehan menyantap hidangan khas Bangka secara bersama-sama, Senin (11/7).

Tradisi nganggung ini sudah menjadi budaya khas orang bangka secara turun temurun yang hingga saat ini masih bertahan. Terlebih di bulan syawal merupakan kesempatan warga saling bersilaturahmi.

Nganggung di area kampung kerkorf (kuburan belanda) Pangkalpinang ini merupakan rangkaian dari event Festival Seni Budaya Kerkof (Fesbuk) yang diselenggarakan oleh komunitas peduli kampung.

Komunitas yang beranggotakan para perantau asal Bangka yang rindu akan tradisi bangka tempo dulu.

Ketua Panitia Fesbuk, Aldjurdjoni mengatakan, alasan dilaksanakan kegiatan Fesbuk di kampung Kerkof dikarenakan kawasan ini punya nilai historis.
Makam Belanda merupakan satu dari sekian banyak bukti sejarah yang terdapat di Kota Pangkalpinang.

Keberadaan makam ini erat kaitannya dengan kehidupan orang-orang asing yang pernah hidup dan tinggal di masa sebelum Kemerdekaan.

Pada tahun 1813 ketika Inggris berkuasa di Bangka, Inggris (East India Company) menjadikan Pangkalpinang salah satu distrik dari tujuh distrik eksplorasi timah selain Jebus, Klabat, Sungailiat, Merawang, Toboali, dan Belinyu.

Sejak itu Pangkalpinang mulai terkenal sebagai Kota Timah dan kota kecil pusat kegiatan perdagangan dan jasa di Pulau Bangka. Pada masa kemudian, Belanda menjadikan Pangkalpinang sebagai basis kekuatan militer untuk menumpas perlawanan Rakyat Bangka.

"Kerkof sudah menjadi cagar budaya, kita berharap melalui berbagai event bisa menarik wisatawan berkunjung ke Pangkalpinang. Kami juga akan mengagendakan setiap tahun membuat pagelaran di sini," kata Djoni.

Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved