Arsip

Puluhan Tahun Imlek di Rumah Khas Melayu Belitung, Inilah Kisah Harmoni Budaya Negeri Laskar Pelangi

Selama lebih dari setengah abad rumah bergaya Melayu itu menjadi tempat tinggal dan berkumpul keluarga besarnya setiap merayakan Tahun Baru Imlek.

Puluhan Tahun Imlek di Rumah Khas Melayu Belitung, Inilah Kisah Harmoni Budaya Negeri Laskar Pelangi
facebook
Rumah Mak Acin 

Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu Kurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Senyum dan tawa selalu mewarnai wajah Fatimah (53) ketika menceritakan kehidupannya di sebuah Ruma Panggong (Rumah Panggung-red) khas Belitong di Jalan Saidan, Kelurahan Parit, Tanjungpandan.

Selama lebih dari setengah abad rumah bergaya Melayu itu menjadi tempat tinggal dan berkumpul keluarga besarnya setiap merayakan Tahun Baru Imlek.

Fatimah adalah perempuan dari keluarga Tionghoa dengan nama lahir Acin. Di lingkungan sekitar rumahnya ia lebih sering disapa dengan nama Mak Acin, layaknya panggilan umum untuk ibu rumah tangga dari masyarakat melayu Belitong.

Panggilan itu biasa terdengar ketika anak-anak datang berbelanja ke toko kecil di samping rumahnya. Sedangkan warga berusia sebaya memanggilnya dengan sapaan Acin.

“Semua tetangga di sini sudah saling kenal, saya dipanggil Mak Acin karena kita memang tinggal di kampung ya, jadi udah seperti saudara,” katanya ketika ditemui Pos Belitung, Senin (16/2).

Hingga kini, Acin mengaku tidak mengetahui dengan jelas awal mula pembangunan Ruma Panggong yang ditinggalinya tersebut.

Rumah itu dibeli ayahnya dari seorang tokoh pejuang Belitong Muhammad M. Tamek 50 tahun silam.

Ia mendengar M.Tamek sebelumnya membeli rumah tersebut dari warga Melayu setempat.

Namun Acin memastikan, bentuk rumah tersebut tidak pernah berubah sejak pertama kali dibeli.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved