Selamat Hari Raya Galungan, Ini Tradisi Menyama Braya di Bali yang Menggembirakan

Hikmah daripada hari rayanya itu hari biasanya membuat umat Bali merasakan kegembiraan khusus.

Selamat Hari Raya Galungan, Ini Tradisi Menyama Braya di Bali yang Menggembirakan
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Sejumlah penjor besar dalam rangka memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan di kawasan jalan Raya Canggu, Badung, Bali, Rabu (10/2/2016). Penjor-penjor tersebut menarik perhatian warga atau wisatawan yang melintas dikawasan tersebut. 

POSBELITUNG.COM - Hari raya Penampahan Galungan di Bali identik dengan kebiasaan masyarakat Bali yang berkumpul bersama keluarganya sebelum merayakan hari raya kemenangan dharma melawan adharma keesokan harinya.

Guna merayakan kemenangan tersebut mereka biasanya masak bersama, makan bersama, dan bergotong royong bersama membuat suatu hidangan makanan yang dinikmati bersama-sama sanak keluarganya.

Satu diantaranya yakni meebat, suatu proses membuat lawar (makanan tradisional Bali) yang dilakukan secara bersama-sama.

Para pelajar tingkat SMA/SMK dari 20 Sekaa di Denpasar ikuti lomba ngelawar yang diadakan di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jumat (26/2/2016). Tribun Bali/Cisilia Agustina S

Biasanya mereka mencincang daging diatas talenan sebagai adonan lawar, ada yang mengolah buah nangka (ramasan), memarut kelapa, memotong ayam, meracik bumbu dan menggoreng daging dan merebus sayur kacang.

Bahkan meebat ini adalah komunitas gotong-royong yang memang sejak dahulu ada di Bali.

“Meebat itu kan pelaksanaannya bersama-sama. Misalnya meebat ngae (buat) lawar antara nyame (keluarga) dan pisaga (tetangga), itu kekuatan yang unik di Bali,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, melalui telepon di Denpasar, Bali, Selasa (6/9/2016).

Ia pun mengatakan bahwa umat Hindu dalam rangka melaksanakan hari raya itu dianggap sebagai hari suci, itu adalah hari kegembiraan.

Hikmah daripada hari rayanya itu hari biasanya membuat umat Bali merasakan kegembiraan khusus.

“Memotong Babi (nampah) adalah tradisi di Bali bahkan bisa ditingkatkan untuk kegiatan menyame braya. Sebelumnya ada mesekaa (kelompok sekaa tampah ini antara masyarakat melakukan penampahan secara bersama-sama),” jelasnya.

Halaman
123
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved