PosBelitung/

Garuda Indonesia Tambah 1,4 Juta Kursi di Tahun 2017

Indonesia membutuhkan tambahan 10 juta kursi untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019

Garuda Indonesia Tambah 1,4 Juta Kursi di Tahun 2017
Posbelitung.com/Rusmiadi
Pesawat ATR maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan 

POSBELITUNG.COM -- Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan tambahan 1,4 juta kursi pada tahun 2017. Tambahan tersebut diharapkan dapat membantu menunjang kebutuhan 30 juta kursi pesawat hingga tahun 2019.

"Tahun 2016 penerbangan internasional ada 6,3 juta, tahun 2017 ada 7,7 juta kursi penerbangan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional IV Kementerian Pariwisata 2016 di Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Ia mengatakan akan menambah kursi penerbangan dari wilayah-wilayah seperti China, negara Timur Tengah, dan Asia, Jepang, dan Korea.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menambah kapasitas kursi pada rute domestik. "Dua-duanya dalam rangka untuk mendukung penambahan wisatawan domestik dan mancanegara," tambah Arif.

Berdasarkan perhitungan Garuda Indonesia dengan metode Available Seat per Kilometer untuk tahun 2017, kapasitas bangku pesawat ke China tumbuh 50,8 persen, negara Timur Tengah 20,2 persen, Asia 19,3 persen, Jepang dan Korea sekitar 20 persen.

Sementara untuk rute domestik, Arief menyebut akan menambah kapasitas bangku pesawat itu di wilayah timur sebanyak 12,5 persen dan 6,7 persen pada wilayah barat.

Sebelumnya, Indonesia membutuhkan tambahan 10 juta kursi untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu.

Saat ini kapasitas kursi di pesawat di Indonesia masih tersedia sekitar 20 juta. Menpar mengatakan kapasitas kursi pesawat untuk membawa kunjungan wisman saat ini masih kurang.

"Jumlah itu hanya cukup bisa mendatangkan 12 juta wisman. Sehingga untuk tiga tahun ke depan kita kurang 10 juta. Kalau mau dirata-rata kita kurang 3,3 juta kursi pesawat per tahun," kata Arief. (Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo)

Editor: rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help