PosBelitung/

Kesan Magis Dalam Ritual Muang Jong, Ketika Suku Sawang Menyanyikan Mantera

Padahal itu adalah mantra pada acara Muang Jong yang dinilai bisa menimbulkan kesan magis saat ritual berlangsung.

Kesan Magis Dalam Ritual Muang Jong, Ketika Suku Sawang Menyanyikan Mantera
Dokumentasi Amair
Ilustrasi Muang Jong 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Suku sawang atau Suku Laut di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, dan Kabupaten Belitung Timur akan kembali menggelar ritual adat Muang Jong pekan depan.

Acara akan digelar selama dua hari yakni puncak atau inti acara pada Sabtu (25/2/2017) malam dan akan dilanjutkan dengan Muang Jong yang berupa pelarungan miniatur perahu yang dihias sedemian rupa pada Minggu (26/2/2017) esok harinya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur Helly Tjandra, acara tersebut akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ini acara adat, dan kami tidak bisa mengintervensi. Kami hanya memfasilitiasi," kata Helly kepada Pos Belitung, Minggu (19/2/2017).

Semua prosesi ritual adat mulai dari persiapan hingga puncak Muang Jong akan dilakukan oleh Suku Sawang atau Suku Laut yang masih eksis hingga saat ini di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung.

Menurut Helly, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, pengunjung tertarik pada ritual ini karena dinilai masih asli.

Muang Jong kurang lebih bermakna ritual adat memohon keselamatan saat melaut.

"Ini masih asli, tradisi dari Suku Sawang atau Suku Sekak, tradisi ini luar biasa dan masih dipertahankan," katanya.

Helly menjelaskan, pada ritual tersebut para pelaku ritual ini akan melakukan aktivitas seperti "menyanyi" pada setiap prosesi.

Banyak orang menilai aktivitas itu adalah menyanyi biasa.

Padahal itu adalah mantra pada acara Muang Jong yang dinilai bisa menimbulkan kesan magis saat ritual berlangsung.

"Yang menarik adalah seluruh rangkaian mulai dari naik Citun, Raja Manunggang, itu semua dinyanyikan," sambung Helly.

"Ritual ini boleh dikatakan sangat langka mungkin tidak ada lagi di tempat lain. Ini juga menunjukkan bahwa ritual ini terus eksis dan konsisten dilestarikan keasliannya. Dulu, almarhum Guberner Eko Maulana Ali pernah mengeluarkan edaran bahwa tiap daerah agar mempertahankan tradisi Suku Sawang karena adat istiadat mereka hampir punah," beber Helly lagi. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help