PosBelitung/

Tak Lolos Jadi Calon, Bakal Calon Kades Mentawak Adukan ke DPRD Beltim

Di antaranya satu aduan dari bakal calon Kades Mentawak dan diketahui bernama Akhlan Yuda yang keberatan karena...

Tak Lolos Jadi Calon, Bakal Calon Kades Mentawak Adukan ke DPRD Beltim
Pos Belitung/Subrata
Koko Haryanto 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Usai ikut menggelar Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2017, kali ini Beltim kembali akan menggelar Pilkades Serentak di dua desa yakni Desa Mentawak dan Desa Kurnia Jaya.

Pilkades Serentak di Beltim ini merupakan Pilkades Serentak gelombang kedua.

Anggota Komisi I DPRD Beltim yang membidangi urusan pemerintahan, Koko Haryanto mengatakan pada gelombang kedua ini, pihaknya merespon bila di lapangan ditemukan hal-hal yang menjadi kendala atau persoalan.

Di antaranya satu aduan dari bakal calon Kades Mentawak dan diiketahui bernama Akhlan Yuda yang keberatan karena tak lolos penjaringan calon Kades Mentawak.

"Intinya kami ingin pilkades dapat berjalan secara fair, semua diperlakukan sama dalam proses penjaringan hingga perhitungan suara dan taat kepada aturan mainnya sesuai dengan Perda dan Perbup yang mengaturnya", ujarnya.

Menurut Koko, Undang-undang dan Permen terkait membatasi calon kades maksimal hanya lima orang.

Aturan itu sudah rigid sehingga wajar jika ada yang merasa puas dan tidak puas terkait ketentuan tersebut.

"Namun proses dan tahapan harus tetap dijalankan secara tertib, karena Jadwal pilkades sudah ditetapkan harinya, yang penting penyelenggara dapat mempertanggungjawabkan hasil penjaringannya secar adil dan bijaksana didasari oleh ketentuan yang ada, bukan like and dislike." beber dia.

Koko berharap, penyelenggaraan Pilkades Serentak 2017 ini dapat lebih baik di banding gelombang pertama tahun sebelumnya.

Apalagi hanya diikuti oleh dua desa.

Menurutnya, banyak catatan-catatan pada Pilkades Serentak Gelombang Pertama yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan perbaikan baik oleh dinas terkait maupun oleh penyelenggara di tingkat desa.

"Jangan sampai pilkades yang lalu tidak dijadikan pelajaran dan pengalaman, di mana kelemahan-kelemahannya untuk diperbaiki, baik secara regulasi maupun hal-hal tehnis yang biasa terjadi ketika pada saat penjaringa penjaringan calon," ucapnya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help