Home »

Lokal

Pasukan Orange Bersihkan Makam Tua

Sesampainya di lokasi, petugas langsung membersihkan rumput liar, semak belukar dan pohon-pohon berduri yang tumbuh di sekitar makam.

Pasukan Orange Bersihkan Makam Tua - membersihkan-makam-tua_20170320_182532.jpg
Pos Belitung/Dede Suhendar
Caption Petugas kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Belitung membersihkan makam tua di belakang Pusyandik PT Timah, Jalan Gegedek, Kelurahan Parit, Kabupaten Belitung, Senin (20/3/2017). (Pos Belitung/Dede Suhendar)
Pasukan Orange Bersihkan Makam Tua - membersihkan-makam-tua_20170320_182638.jpg
Pos Belitung/Dede Suhendar
Caption Petugas kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Belitung membersihkan makam tua di belakang Pusyandik PT Timah, Jalan Gegedek, Kelurahan Parit, Kabupaten Belitung, Senin (20/3/2017). (Pos Belitung/Dede Suhendar)

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Petugas kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Belitung kembali membersihkan makam tua di sekitaran Kota Tanjungpandan, Senin (20/3/2017).

Jika sebelumnya makam tua di belakang gedung eks-Lapas, kali ini pasukan orange menyasar makam di belakang Pusyandik Timah, Jalan Gegedek, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan.

"Kami mengerahkan 20 orang petugas untuk membersihkan area makam tua ini. Kegiatan ini sesuai instruksi kepala dinas, karena informasinya makam ini sudah tak terawat," ujar Koordinator Petugas Kebersihan, DLHD, Sumarno saat ditemui posbelitung.com.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung membersihkan rumput liar, semak belukar dan pohon-pohon berduri yang tumbuh di sekitar makam.

Jalan untuk menuju makam agak sempit, dari depan terdapat jalan setapak berukuran sekitar 1,5 meter yang diapit pagar Posyandik dan rumah.

Tepat di ujung setapak, pandangan mata disambut oleh deretan bebatuan besar yang hampir menutup jalan ke arah makam.

Kemudian, untuk dapat menuju makam, tubuh harus sedikit membongkok, karena batu besar sudah berapit dengan pagar Posyandik.

Sesampainya di makam, terdapat bangunan mirip gazebo yang dibangun tepat di sebelah makam bertehel putih itu.

"Sayang kan kalau tidak dirawat, ini kan termasuk sejarah Belitung juga. Kalau sudah bersih enak mau ziarah," ujar Sumarno.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help