PosBelitung/
Home »

Lokal

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sebut Korban Sempat Diletakkan di Lorong

"Anggun ini sempat diletakkan di lorong dan bukan ruang perawatan, tidak layak ditempati sebagai ruang sebelum dioperasi," ujar Candra.

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sebut Korban Sempat Diletakkan di Lorong
Facebook/Anggun Pradini
Anggun Pradini 

MANGGAR, POS BELITUNG - Keluarga almarhumah Anggun Pradini (28), pasien yang meninggal usai menjalani cesar proses melahirkan di RSUD Belitung Timur, Sabtu (18/3) lalu, menyayangkan standart operasi prosedur (SOP) pelayanan saat penanganan pasien.

Seperti diketahui Anggun yang merupakan karyawan sebuah bank di Manggar ini sempat menjalani cesar proses melahirkan di RSUD Beltim pada 17 - 18 Maret 2017. Pihak keluarga juga mempertanyakan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan di rumah sakit itu.

Hal itu diutarakan oleh keluarga korban yang diwakili Agung dan Candra pada sesi jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Beltim, Senin (20/3) di Ruang Diklat RSUD Beltim.

Sebelumnya, di ruang yang sama juga berlangsung mediasi antara keluarga almarhumah dan pihak RSUD Beltim. Mediasi dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Keluarga Berencana Beltim Liatim itu berlangsung setidaknya lebih dari dua jam.

Pihak keluarga almarhumah diwakili oleh kakak Anggun, Candra dan Teguh, ayah Anggun, dan suami Anggun. Sementara pihak RSUD diwakili oleh Direktur RSUD Beltim dr Suhartini, Ketua Komite Etik RSUD Beltim dr Rima, dr Edward SpOg, dr Rudi Sp An.

Kakak Anggun, Candra mengatakan pihaknya sebelumnya menduga ada dugaan malpraktik pada kasus meninggalnya adik mereka. Karena dugaan itulah mediasi dilakukan. Setelah mediasi, kesimpulan yang ditarik Candra adalah terjadi kecelakaan medis pada kasus adiknya itu.

"Dari hasil mediasi, kami dapatkan penjelasan dari dokter-dokter, bahkan kadinkes menjelaskan SOP penanganan almarhumah Anggun Pradini. Mereka menjelaskan memang secara medis ini bisa dikatakan kecelakaan medis," ujar Candra.

Namun Candra tetap menyayangkan SOP pelayanan, seperti terkait masalah operasi yang terjadwal namun tidak ditangani maksimal.

"Anggun ini sempat diletakkan di lorong dan bukan ruang perawatan, tidak layak ditempati sebagai ruang sebelum dioperasi," ujar Candra.

Alat operasi juga dinilai tidak memadai, padahal hal ini vital. Alat operasi itu adalah alat pendeteksi untuk pembekuan darah, pendeteksi USG yang membuat analisa secara akurat.

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help