PosBelitung/

Terkuak, Saksi Sebut Setya Novanto Terima Jatah Segini dari Proyek e-KTP

Menurut Johanes, pertemuan tersebut memang sengaja diatur karena Irman meminta untuk dikenalkan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan KTP...

Terkuak, Saksi Sebut Setya Novanto Terima Jatah Segini dari Proyek e-KTP
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
Ketua DPR RI Setya Novanto meninjau proses pemungutan suara di Rumah Sakit Fatmawati, Rabu (19/4/2017). 

Johanes mengungkap tahun 2010 pernah diminta Irman untuk mengatur sebuah pertemuan. Johanes kemudian memilih Hotel Sultan dan digelar pada Juni 2010.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir adalah Irman, Johanes, Andi Narogong, Husni Fahmi selanjutnya jadi ketua tim teknis pengadaan e-KTP dan Sugiharto.

"Saya yang pesan kamar itu. Pak Irman bilang supaya aman. Ya ngobrol kita berlima supaya lebih enak Pak," kata Johanes dalam kesaksiannya.

Menurut Johanes, pertemuan tersebut memang sengaja diatur karena Irman meminta untuk dikenalkan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan KTP elektronik.

Dalam pertemuan tersebut, Johanes kemudian dikenalkan dengan Andi Narogong.

Menurut Johanes, dalam pertemuan tersebut Andi dikenalkan sebagai pengusaha yang akan ikut KTP. Padahal KTP elektronik masih dalam tahap pembahasan.

"Dia pengusaha yang akan menjalankan proyek e-KTP itu pak," kata Johanes.

Johanes memang bukan orang baru di Kementerian Dalam Negeri. Perusahaannya pernah mengerjakan proyek Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Dalam kasus ini, Irman dan Sugiharto sudah menjadi terdakwa. Irman adalah mantan direktur jenderal kependudukan dan catatan sipil Kementerian Dalam Negeri.

Sementara Sugiharto adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto. Negara ditaksir rugi Rp 2,3 triliun dari total anggaran KTP elektronik Rp 5,9 triliun. (tribun/eri)

Editor: aladhi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help