Wanita Ini Batalkan Aborsi Karena Bayi dalam Kandungan Tersenyum Padanya, Begini Kisahnya!

Namun setelah melihat bayinya melalui alat realtime scaner, bergerak, tersenyum, meniup gelembung, menendang dan melambaikan tangannya...

Wanita Ini Batalkan Aborsi Karena Bayi dalam Kandungan Tersenyum Padanya, Begini Kisahnya!
DAILY MAIL

POSBELITUNG.COM, SHROPSHIRE - Seorang ibu asal Telford, Shropshire, Inggris tak tega untuk menggugurkan kandungannya walau itu mengancam keselamatan jiwanya.

Setelah melihat calon anaknya tersebut tersenyum ke arahnya ketika diteropong menggunakan alat realtime scaner tiga dimensi.

Katyia Rowe diberitahu oleh dokter bahwa janin di rahimnya itu berkembang dengan sejumlah kelainan di bagian otaknya yang belum terbentuk dengan baik.

Hal itu mengakibatkan bayinya tersebut tidak akan pernah bisa berjalan atau berbicara, dan memerlukan perawatan selama 24 jam.

Dokter-pun menyarankannya untuk menggugurkannya.

Namun setelah melihat bayinya melalui alat realtime scaner, bergerak, tersenyum, meniup gelembung, menendang dan melambaikan tangannya, Katyia memutuskan untuk tetap mengandungnya.

Tragisnya, Lucian, nama bayi malang itu meninggal dunia, sembilan jam setelah ia dilahirkan.

Kendati cobaan itu terasa sangat menyakitkan, namun Katyia tidak menyesal harus menjalaninya karena ia masih dapat merasakan kehangatan pelukan anaknya.

"Pada saat kami diberitahu bahwa anak kami mengalami kelainan otak, kami merasa hancur," kata dia.

"Namun saat dokter melakukan scan untuk menilai sejauh mana ia cacat, saya melihatnya tersenyum dan bermain di dalam rahimku, dan aku tahu tidak bisa mengakhiri hidupnya," ujarnya, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (15/1/2013).

"Jika dia bisa tersenyum dan bermain meskipun cacat ia layak untuk menikmati hidup apa pun yang ia tinggalkan, tidak peduli seberapa singkat," ujarnya.

"Hanya karena hidupnya akan lebih pendek atau berbeda, tidak berarti ia tidak layak mengalaminya," lanjutnya.

Akhirnya Katyia melahirkan buah hatinya itu pada tanggal 23 Oktober 2012, di Rumah Sakit Royal Shrewsbury.

"Saat itu kami sudah siap dengan segala risiko, termasuk tidak membawa pulang bayi kami, seperti orangtua baru lainnya," katanya. 

Editor: aladhi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help