Aksi Seribu Lilin Untuk Ahok di Kampung Halamannnya di Belitung Timur, Ada Kelompok Yang Menolak

Beberapa alasan penolakan adalah karena terkait kondusifitas Beltim, kasus Ahok yang sudah menjadi urusan ranah hukum dan aksi tersebut dinilai...

Penulis: Dedi Qurniawan |
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Ribuan orang memadati Taman Samarendah mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terpidana kasus penodaan agama, Kamis (11/5/2017) malam. Mereka menyalakan lilin dan berorasi meminta Ahok dibebaskan. TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Mayoritas berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Belitung Timur menolak rencana aksi 1000 lilin untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Replika Sekolah Laskar Pelangi, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur.

Hal ini berdasarkan pantauan Pos Belitung pada pertemuan berbagai pihak yang menyikapi aksi tersebut dan menggelar pertemuan di Mapolres Beltim, Sabtu (13/5/2017) sore.

BACA: Bentuk Jempol Tangan Bisa Tunjukkan Kepribadianmu, Lurus Atau Bengkok Ini Artinya!

BACA: Peti Berumur Puluhan Tahun Peninggalan Perang Dunia Ditemukan, Isinya Bikin Arkeolog Tercengang

Berdasarkan catatan Pos Belitung, ormas dan OKP yang menyatakan sikap penolakan terhadap rencana aksi tersebut adalah Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna Beltim, KNPI Beltim, PGRI Beltim, Forum BPD se-Beltim, hingga MUI Beltim.

Beberapa alasan penolakan adalah karena terkait kondusifitas Beltim, kasus Ahok yang sudah menjadi urusan ranah hukum dan aksi tersebut dinilai sarat unsur politis.

Selain itu juga soal penggunaan tempat acara yakni Replika Sekolah Laskar Pelangi yang dinilai memiliki kaitan dengan sejarah pendidikan dan Muhammadiyah di Beltim.

BACA: MUI Ingin Polisi Perlakukan Habib Rizieq Sama Seperti Koruptor

BACA: Kisah Driver Ojek Online yang Bikin Klepek-klepek Wanita Anak Dua, Awalnya Hujan Deres Saat Antar

Sementara beberapa pihak yang menyatakan sikap moderat,yang berarti tidak mendukung aksi tersebut namun bersikap menghargai hak-hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, di antaranya adalah NU Beltim, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawairan TNI Polri Beltim, dan FKUB Beltim.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam.

"Ini akan menjadi pertimbangan kami untuk mengambil sikap ke depan (terkait pemberian izin)," kata Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo sebelum menutup pertemuan tersebut.

Sebelumnya puluhan warga dari berbagai elemen di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti pertemuan di Polres Beltim, Sabtu (13/5/2017) sore.

BACA: Ini Tanggal Awal Puasa dan Idul Fitri Menurut Penetapan Muhammadiyah

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved