PosBelitung/
Home »

Lokal

Pilbup Belitung 2018

Analysis Menarik Soal Sinyal Antasari Maju di Pilbup Belitung

Banyaknya tokoh nasional menang di kontestasi lokal atau sebaliknya menandakan bahwa masyarakat dan elitnya semakin moderat

Analysis Menarik Soal Sinyal Antasari Maju di Pilbup Belitung
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar 

News Analysis

Dosen Ilmu Politik FISIP UBB Ibrahim

POSBELITUNG.COM - SINYAL akan turun gunungnya Antasari Azhar dalam Pilkada Belitung menarik untuk dibincangkan.

Pertama, hasrat orang sekelas beliau untuk turun gunung setelah berkiprah cukup lama di tataran nasional menunjukkan bahwa arah kontestasi kini makin silang-menyilang dan tidak stabil.

Kelas-kelas sosial kini tidak lagi melulu menuju ke atas, namun menjadi lebih luas spektrum dan godaan kekuasaannya.

Banyaknya tokoh nasional menang di kontestasi lokal atau sebaliknya menandakan bahwa masyarakat dan elitnya semakin moderat dan tidak terpola secara ajeg dalam konteks level kekuasaan.

Kedua, rencana turunnya Antasari tentu akan membuat situasi semakin dinamis. Sekurang-kurangnya masyarakat akan diuntungkan karena perang program dan debat yang lebih substantif akan lebih muncul lantaran saya duga para tokoh akan menghadirkan bentangan perspektif yang berbeda.

Meski tidak ada jaminan bahwa tokoh nasional akan menang di tingkat lokal, tentu rasionalitas masyarakat akan diuji.

Ketiga, mengapa Belitung? Saya kira ini masih isu pendahuluan. Antasari sepertinya ingin memancing respon publik.

Atas respon itu, dia akan menganalisis dan mengambil keputusan yang bisa saja berbeda. Tapi saya berandai-andai bahwa ia punya 'jualan' bagus jika memang akan berlaga di Belitung.

Yah, kini Pilkada memang memberi jalan figur eksternal untuk bertarung, dan jika kemasannya bagus bisa saja ia terpilih. Setidaknya Ahok sudah membuktikannya di Jakarta.

Saya berandai-andai bahwa Antasari punya kans yang cukup besar. Bagaimanapun publik melihatnya sebagai pendekar korupsi, korban kriminalisasi, dan tokoh mumpuni.

Ia punya nilai jual tinggi, belum lagi secara konseptual ia punya kapasitas. Tinggal sekarang bagaimana lawan tandingnya membaca dan masyarakat meresponnya secara kritis.

Tentu kita menyambut baik rencananya, sama apresiatifnya kita pada figur-figur kuat dan berkualitas yang berhasrat berkiprah di tatanan politik praktis.

Tentu semakin kompetitif proses kontestasi politik, harapannya keluarannya pun akan semakin berkualitas. Tentu kita terus berharap bahwa Pilkada akan semakin dinamis dan berwarna, tidak saja prosesnya, namun juga hasil akhirnya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help