PosBelitung/

Bentrok Pendukung ISIS Dengan Tentara Filipina Bisa Berdampak Pada Indonesia, Ini Penjelasaannya

Jika mereka kembali, pengetahuan dan pengalaman itu bisa diterapkan untuk memulai pertempuran yang sama di Indonesia.

Bentrok Pendukung ISIS Dengan Tentara Filipina Bisa Berdampak Pada Indonesia, Ini Penjelasaannya
TED ALJIBE / AFP
Tentara Filipina tengah bersiap menyerang salah stau basis kelompok militan Maute yang bersembunyi di dalam kota Marawi, Mindanao. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Konflik yang terjadi antara kelompok bersenjata pendukung Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) dengan militer Filipina di Marawi, Filipina Selatan, adalah hal yang harus diantisipasi.

Pengamat terorisme, Al Chaidar, mengingatkan, konflik tersebut bisa menyebar sampai tanah air.

Saat dihubungi Tribunnews.com, ia mengingatkan, bahwa jarak Marawi dengan perbatasan Indonesia, tidak lah jauh.

 
Bisa dikatakan, bukan lah yang sulit bagi seorang Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berangkat ke Marawi, jika perbatasan tidak dijaga dengan baik.

"Sudah berapa WNI yang ada di sana, saya belum tahu, tapi saya dapat informasi, sudah ada sekitar empat ribu orang yang siap berangkat," ujarnya.

Harus diingat, bahwa jumlah WNI muslim yang berpaham radikal adalah sekitar 2 persen dari total populasi.

Al Chaidar menyebut 2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta orang itu, tentunya lebih banyak dari jumlah pendukung ISIS di Filipina.

Menurutnya bukan hal yang tidak mungkin jika ribuan WNI, berbondong-bondong berangkat ke Marawi untuk ikut berperang bersama kelompok bersenjata pendukung ISIS, untuk mengalahkan militer Filipina.

Jika kelompok tersebut menang, maka Indonesia harus khawatir.

"Kalau mereka bisa menang, wah itu akan jadi kebanggaan tersendiri, itu jadi acuan mereka, dan selanjutnya mereka akan buat hal yang sama di Indonesia," katanya.

Halaman
12
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help