Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Beltim Jadi Sorotan Ketua KPAI

Arist juga mengamani bahwa banyak orangtua segan melapor karena dianggap tabu, aib, atau malu sebab kasus kekerasan seksual terhadap anak sering...

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Beltim Jadi Sorotan Ketua KPAI
Pos Belitung/Dedy Qurniawan
Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait. POS BELITUNG/DEDY QURNIAWAN 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait, menyoroti soal kekerasan seksual terhadap anak di Beltim.

"Laporan masyarakat kepada Polres Beltim dan Kejari Beltim, terkait anak, itu didominasi kejahatan seksual terhadap anak. Untuk memutus ini, karena terjadi di desa, dan pelakunya adalah orang terdekat, maka gerakan menjaga anak ini penting sekali," ujar dia di sela Pengukuhan dan Pelantikan Satgas Teman Anak dan Lembaga Perlindungan Anak Beltim di gedung Auditorium Zahari MZ, Rabu (31/5/2017).

Arist juga mengamani bahwa banyak orangtua segan melapor karena dianggap tabu, aib, atau malu sebab kasus kekerasan seksual terhadap anak sering dilakukan oleh lingkungan terdekat anak.

Menurut dia, keberadaan Satgas Teman Anak dan Lembaga Perlindungan Anak Beltim seharusnya tak lagi membuat keseganan itu ada.

"Saya kira tidak ada lagi alasan, dia bisa melaporkan itu melalui gerakan ini karena ada PKK, karang taruna, bhabinkamtibmas. Lapor saja, dan kawal proses hukumnya," ujarnya.

Aris menganggap, gerakan ini adalah komitmen Beltim terhadap konvensi PBB tentang hak anak dan UU Perlindungan Anak.

Beltim adalah daerah ke-87 dari 500-an kabupaten kota di Indonesia yang telah membuat gerakan seperti ini. (*)

Baca berita selengkapnya di Harian Pagi Pos Belitung edisi Jumat (2/6/2017)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help