PosBelitung/

Harga Timah Dunia Merangkak Naik, Ekspor Mencapai 6.989,43 ton

Kenaikan terbatas harga timah disebabkan oleh permintaan yang dipandang masih cukup tinggi.

Harga Timah Dunia Merangkak Naik, Ekspor Mencapai 6.989,43 ton
KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Pekerja memeriksa balok-balok timah di gudang perusahaan peleburan timah di Bangka Belitung 

POSBELITUNG.COM - Data fundamental yang positif, membuat harga timah merangkak naik, di tengah penurunan yang membayangi harga komoditas logam industri lainnya.

Meski demikian, analis menghimbau tetap ada potensi koreksi jika ketidakstabilan global terus meningkat.

Mengutip Bloomberg, Rabu (7/6/2017) pukul 15.17 WIB, harga timah kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melambung 0,16% ke level US$ 19.702 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Meski dalam sepekan terakhir, harga timah sudah tergerus 3,06 persen

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka menjelaskan kenaikan terbatas harga timah disebabkan oleh permintaan yang dipandang masih cukup tinggi.

Salah satunya datang dari laporan Kementerian Perdagangan Indonesia bahwa pengiriman timah Mei 2017 naik menjadi 6.989,43 ton dibanding bulan sebelumnya yang hanya 6.377,59 ton.

Sejalan dengan data China Customs General Administration bahwa ekspor timah China April 2017 naik menjadi 124 ton dari bulan sebelumnya yang hanya 101 ton.

Artinya sejak awal tahun ekspor timah China terus menanjak dalam empat bulan beruntun.

“Sehingga ini cukup memberikan suntikan tenaga bagi timah untuk menjaga kenaikan di tengah beban negatif yang membayangi pasar global saat ini,” ujar Ibrahim.

Pasar memandang sedang terjadi kenaikan permintaan timah dengan laporan ekspor yang agresif dari kedua negara produsen terbesar timah tersebut.

Adapun katalis negatif yang membebani harga logam industri termasuk timah datang dari tingginya ketidakpastian global.

Jelang pidato yang akan disampaikan oleh Mantan Direktur FBI, Pemilu Inggris dan rapat bulanan European Central Bank pada Kamis (8/6/2017), semua fokus pasar tertuju pada ketiga hal tersebut.

Imbasnya, pelaku pasar pun berbondong-bondong beralih ke aset safe haven, untuk berlindung dan tentunya aset berisiko seperti komoditas dilepaskan.

“Penurunan harga minyak mentah global juga ikut menekan harga komoditas,” kata Ibrahim.

Sehingga ia memperkirakan bukan tidak mungkin harga timahakan mengalami koreksi untuk jangka waktu pendek.

Sembari menanti kepastian dari ketiga event besar tersebut. Jika Pemilu Inggris dimenangkan oleh Partai Koservatif yang mengusung Theresa May dan rapat ECB tidak memberikan banyak kejutan, maka timah bisa naik lagi.(kontan.co.id)

Editor: rusmiadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help