PosBelitung/

Misteri Mengerikan Ini Hentikan Rusia Gali Lubang Terdalam di Bumi pada Titik 12 Kilometer

Namun, misteri terakhir yang diungkap oleh para peneliti Kola Superdeep Borehole pada tahun 1994 menjadi paku pada peti mati proyek tersebut.

Misteri Mengerikan Ini Hentikan Rusia Gali Lubang Terdalam di Bumi pada Titik 12 Kilometer
Rakot13/Wikimedia Commons
Kola Superdeep Borehole (Rakot13/Wikimedia Commons) 

POSBELITUNG.COM - Lihat foto di bawah ini. Anda mungkin merasa tidak ada yang spesial dengan pemandangan dalam foto.

Namun, di bawah tutup besi yang berkarat tersebut adalah lubang buatan terdalam di bumi.

Dikenal dengan nama Kola Superdeep Borehole, lubang dengan diameter kurang dari 23 sentimeter di Murmansk, Rusia ini mencapai kedalaman 12 kilometer ke kerak bumi, sekitar dua kilometer lebih dalam dari Palung Mariana yang merupakan bagian terdalam dari lautan.

Kisah Kola Superdeep Borehole dimulai pada tahun 1960-an ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat perang dingin dan berlomba-lomba dengan teknologi.

Walaupun yang lebih disorot adalah perlombaan ke luar angkasa, kedua negara tersebut juga bersaing untuk menggali lubang terdalam di dunia.

Proyek ambisius ilmuwan Rusia itu kini sudah ditutup. Lubang sedalam 12 km lebih itu ditutup dengan pipa besi, yang kini sudah karatan (net)
Proyek ambisius ilmuwan Rusia itu kini sudah ditutup. Lubang sedalam 12 km lebih itu ditutup dengan pipa besi, yang kini sudah karatan (net)

Di Amerika Serikat, proyek pengeboran tersebut dilakukan di pesisir Pasifik Meksiko dengan nama Project Mohole.

Untuk pertama kalinya di dunia, tim peneliti AS berhasil menembus laut sedalam 3.600 meter dan terus mengebor hingga 183 meter di bawah dasar lautan.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa pengeboran minyak di lautan dapat dilakukan.

Namun, sayangnya pendanaan terhadap proyek tersebut dihentikan pada tahun 1966 tanpa alasan yang jelas.

Sementara itu, para peneliti Uni Soviet yang mendengar adanya Project Mohole di AS pun tidak mau kalah.

Halaman
123
Editor: aladhi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help