PosBelitung/
Home »

Lokal

Koko: Polisi Harus Usut Modifikasi Kapal Bantuan Untuk Menambang Timah

Kapal tangkap ikan bantuan pemerintah pusat itu, untuk kelompok nelayan di Belitung Timur. Namun digunakan untuk menambang timah di laut

Koko: Polisi Harus Usut Modifikasi Kapal Bantuan Untuk Menambang Timah
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
KM Inka Mina yang dipasangi garis polisi sandar di kawasan Pelabuhan ASDP Manggar, Kamis (15/6/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Terungkapnya kasus penambangan timah ilegal di laut  Belitung Timur (Beltim), dengan menggunakan kapal motor tangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengundang perhatian kalangan anggota DPRD Beltim. 

Kapal motor tangkap ikan KM Inkamina 612 itu bantuan hibah pemerintah pusat melalui Provinsi Bangka Belitung (Babel), untuk kelompok nelayan dibawah naungan Koperasi Cahaya Laut di Beltim.

Namun kapal itu dimodifkasi mirip Ponton Isap Produksi (PIP) digunakan untuk kegiatan penambangan timah, yang berhasil diamankan jajaran Polres Beltim di perairan Mudong dan ditangkap di perairan Pulau Sukun, Kecamatan Gantung.

Karena diduga akan melakukan penambangan ilegal. Kapten kapal dan tujuh ABK diatas kapal diamankan petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti kasus arisan DSP hendak diantar ke Kejari Beltim menggunakan truk milik Polres Beltim, Jumat (16/6) lalu. Berkas perkara kasus DSP dinyatakan P21 alias lengkap dan siap disidangkan. (POSBELITUNG/DEDYQURNIAWAN)
Barang bukti kasus arisan DSP hendak diantar ke Kejari Beltim menggunakan truk milik Polres Beltim, Jumat (16/6) lalu. Berkas perkara kasus DSP dinyatakan P21 alias lengkap dan siap disidangkan. (POSBELITUNG/DEDYQURNIAWAN) ((POSBELITUNG/DEDYQURNIAWAN))

Baca: Berkas Perkara Sudah Lengkap, Kasus Arisan DSP Siap Disidangkan

Baca: Warga Tanjungpandan Mencuri Tas Lydia di Manggar, Terungkap Dari Rekaman CCTV

Anggota Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Belitung Timur Koko Haryanto mengatakan, penangkapan tersebut membuat berbagai macam spekulasi dan isu di publik, di tengah adanya desas-desus masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) untuk kegiatan penambangan timah di laut Beltim.

Menurut Koko, pengungkapan kasus tersebut tidak berdiri sendiri, sebab ada siklus yang harus ditelusuri dan dibuka kepada publik.

Apalagi, kata Koko, kegiatan dugaan tambang laut dengan memodifikasi kapal bantuan pemerintah sangat tidak dibenarkan.

Dia meminta dalang yang memodifikasi kapal tersebut ditemukan dan diproses secara hukum.

"Secara Hukum, ini penyalahgunaan bantuan pemerintah untuk kegiatan yang tidak sesuai fungsinya. Namun persoalan pokoknya adalah tindakan ilegal mining itu patut diselidiki dan diusut tuntas, siapa dalangnya dan ke mana hasil timah yang telah diperoleh selama kapal itu beroperasi," ujar Politisi PBB itu melalui keterangan tertulisnya kepada Posbelitung.com, Minggu (18/6/2017).

Selengkapnya baca Harian Pos Belitung edisi cetak Senin (19/6/2017)

>>> LIKE Facebook :@posbelitung ==>>Follow Twitter : @Posbel Instagram :@posbelitung

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help