Banjir Jalan Tengah

Habis Pulang Kerja, Warga Berpegangan Lewati Arus Banjir

Banjir menggenang ruas jalan membuat warga tak bisa kembali ke rumah setelah pulang bekerja dari perkebunan kelapa sawit

Habis Pulang Kerja, Warga Berpegangan Lewati Arus Banjir
Warga berpegangan tangan saat melewati banjir di Jembatan Aik Riung, Desa Aik Madu, Kecamatan Simpangrenggiang, Belitung Timur, Sabtu (15/7/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Jumiati (45), warga Desa Aik Madu, Kecamatan Simpangrengiang, Belitung Timur, langsung terduduk di aspal jalan raya Desa Aik Madu.

Bersama lima kawannya, dia baru saja melintasi banjir yang menggenangi jalan raya Aik Madu dekat Jembatan Aik Riung, Sabtu (15/7/2017) sore. Mereka melintasi banjir dengan berjalan kaki.

Pantauan Pos Belitung di lokasi, panjang genangan air sekitar 100 meter dengan kedalaman pinggang orang dewasa.

Tampak belasan kendaraan tertahan dan warga sekitar berkumpul. J umiati mengatakan, ia bersama lima kawannya baru pulang kerja di kebun sawit, di Desa Lintang, Kecamatan Gantung.

Warga melintasi genangan air di ruas Jalan Tengah, di dekat Jembatan Aik Riung, Desa Aik Madu, Kecamatan Simpangrenggiang, Belitung Timur, Sabtu (15/7/2017).
Warga melintasi genangan air di ruas Jalan Tengah, di dekat Jembatan Aik Riung, Desa Aik Madu, Kecamatan Simpangrenggiang, Belitung Timur, Sabtu (15/7/2017). ()

"Motor, kami titipkan di rumah kawan di seberang sana," kata Jumiati.

Menurutnya, banjir tak hanya terjadi di Desa Aik Madu, melainkan juga di Desa Lintang. "Di sana air sepinggang juga. Motor kami dibawa pakai truk dari Lintang sana," ujarnya.

Pantauan terkini Pos Belitung hingga pukul 17.00 WIB, warga juga menggotong motor melewati banjir ini. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help