PosBelitung/
Home »

Lokal

Breaking News Banjir Belitung

Bupati Beltim Teken Surat 14 Hari Masa Tanggap Darurat Bencana

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza diketahui telah mengeluarkan surat pernyataan terkait masa tanggap darurat bencana.

Bupati Beltim Teken Surat 14 Hari Masa Tanggap Darurat Bencana
IST
Caption: Surat pernyataan dan SK Bupati Beltim tentang Penetapan Keadaan Status Darurat Bencana di Beltim. (IST)

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza diketahui telah mengeluarkan surat pernyataan terkait masa tanggap darurat bencana.

Surat tersebut tertanggal 16 Juli 2017 dan diteken di Manggar.

Isinya menjelaskan bahwa Yuslih membenarkan telah terjadi bencana alam di wilayah Kabupaten Beltim pada Jumat 14 Juli 2017 pukul 10.00 WIB yang didahului dengan angin kencang serta diikuti curah hujan dengan intensitas tinggi.

Bencana ini berdampak pada kerusakan infrastruktur pemerintah dan terhambatnya aktivitas pendidikan, sosial, pelayanan publik, perekonomian dan pemerintahan.

SK Bupati Beltim
SK Bupati Beltim (ist)

Berkenaaan dengan hal tersebut di atas, penting untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan dan menetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung tyanggal 14-28 Juli 2017, dan dapat diperpanjang apabila diperlukan.

Surat dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Belitung Timur Hartoyo membenarkan adanya surat tersebut.

SK Bupati Beltim
SK Bupati Beltim (IST)

Selain itu, kata Hartoyo, Yuslih juga telah meneken Keputusan Bupati Belitung Timur nomor 188.45.492 tahun 2017 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Alam (Banjir) di Wilayah Kabupaten Belitung Timur.

"Tanggap Darurat sebagaimana dikamsud diktum kesatu adalah dalam rangka penanganan darurat bencana alam (banjir) yang berlangsung selama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal 14 Juli 2017 sampai dengan tanggal 28 Juli 2017," petikan bunyi diktum kedua SK Bupati Beltim tersebut.

"Surat pernyataan ini dibuatnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, itu maksudnya semua penduduk Beltim menjalankannya (termasuk terkait aktivitas pendidikan dan pemerintahan) tergantung situasi dan kondisi, bisa diperpanjang jika memungkinkan," ujar Hartoyo. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help