PosBelitung/
Home »

Lokal

Breaking News Banjir Belitung

Jika Punya Uang Banyak Mungkin Kami Sudah Pindah dari Sini

Ungkapan tersebut dilontarkan Asmiati, warga RT 16 RW 06 Desa Aik Rayak kepada Pos Belitung saat mengunjungi kediamannya, Selasa

Jika Punya Uang Banyak Mungkin Kami Sudah Pindah dari Sini - korban-banjir_20170718_141401.jpg
Pos Belitung/Novita
Caption : Sebagian isi rumah Asmiati yang basah akibat banjir, Selasa (18/7). Pos Belitung/Novita
Jika Punya Uang Banyak Mungkin Kami Sudah Pindah dari Sini - korban-banjir_20170718_141717.jpg
Pos Belitung/Novita
Caption : Sebagian isi rumah Asmiati yang basah akibat banjir, Selasa (18/7). Pos Belitung/Novita

Laporan Wartawan Pos Belitung Novita

POSBELITUNG, BELITUNG - Kalau saja punya uang banyak, mungkin sudah pindah kami dari sini. Tapi mau gimana lagi? Apalagi ini tempat peninggalan orangtua. Kalau pun dijual, apa ada yang mau beli tempat ini kalo mereka sudah tahu tempat ini sering banjir?

Ungkapan tersebut dilontarkan Asmiati, warga RT 16 RW 06 Desa Aik Rayak kepada Pos Belitung saat mengunjungi kediamannya, Selasa (18/7/2017).

Selama tiga hari Asmiati dan keluargaya harus mengungsi di kediaman adiknya yang berlokasi tak terlalu jauh dari rumahnya. Saat banjir kemarin ketinggian air di rumahnya sepinggang orang dewasa.

Di hari Selasa pagi tadi barulah air surut sehingga Asmiati dan keluargaya bisa membersihkan rumah dan semua perabotan yang sempat terendam banjir.

Sebagian perabot rumahnya diletakkan di halaman rumah. Semua dalam kondisi basah dan berantakan.

"Hanya sebagian baju saja yang bisa diselamatkan. Bagaimana mau bisa menyelamatkan yang lain-lain karena semuanya begitu cepat. Airnya cepat sekali naiknya. Padahal dari awal saat turun hujan kami udah siap-siap, tapi tetap saja masih banyak yang tidak bisa diselamatkan. Karena airnya naiknya cepat. Jam 3 subuh kami dilarikan ke rumah adik," tutur istri dari Indrawan ini.

Asmiati mengatakan kediamannya memang sering dilanda banjir. Namun menurutnya kali ini yang paling parah. Bahkan ketinggian air di ruas jalan aspal depan rumahnya hingga sepinggang orang dewasa.

Sambil membersihkan rumahnya Asmiati berharap sungai yang terletak di belakang rumahnya bisa dikeruk karena sudah terjadi pendangkalan. Ini menyebabkan banjir naik ke kediamannya.

"Duluk ini kebun bapak aku. Tapi dak sua banjer (dulu ini kebun bapak saya. Tapi tidak pernah banjir- red)," kata Asmiati.

Meski langganan banjir, namun masih terselip rasa syukur di hati Asmiati karena mungkin saja masih ada korban banjir yang lebih parah dari mereka. Dia pun juga mengingatkan putra putrinya agar senantiasa bersyukur.

"Saya bilang ke anak-anak kita tetap harus bersyukur walaupun begini," kata Asmiati
(*)

Penulis: Novita
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help