PosBelitung/

Curhat Penyesalan Seorang Keponakan, Berani Kurang Ajar ke Tantenya Saat Paman Keluar Kota

Oleh paman, aku dititipkan keluarganya, jadi tinggalah aku dan istri pamanku beserta putranya yang masih kecil di rumah itu.

Curhat Penyesalan Seorang Keponakan, Berani Kurang Ajar ke Tantenya Saat Paman Keluar Kota
Net
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syaitan. (HR. At-Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnya.

Karena itu Nabi SAW melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.

Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit.

Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.

“Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita saja, kecuali ia bersama muhrimnya” (HR. Bukhari)

Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi khalwat itu?

Berikut Penjelasan Ilmiahnya :

Seseorang yang berkhalwat dengan wanita (yang bukan mahram) menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol.

Adapun Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. 

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help