PosBelitung/

Serunya Menikmati Matahari Tenggelam di Pantai Wisata Tanjungpendam

Sejumlah orang memadati Pantai Tanjung Pendam Belitung. Mereka sengaja berbondong-bondong datang demi menikmati keindahan matahari terbenam

Serunya Menikmati Matahari Tenggelam di Pantai Wisata Tanjungpendam - pengunjung-tanjungpendam_20170809_214102.jpg
Pos Belitung/Idandi Meika Jovanka
Sejumlah pendatang dari Surabaya menikmati matahari tenggelam di pantai wisata Tanjungpendam, Rabu (9/8/2017)
Serunya Menikmati Matahari Tenggelam di Pantai Wisata Tanjungpendam - warung_20170809_214301.jpg
Pos Belitung/Idandi Meika Jovanka
Beberapa warung santai yang ada di pantai wisata Tanjungpendam, Rabu (9/8/2017)

Laporan Wartawan Posbelitung Idandi Meika Jovanka

POSBELITUNG.COM, BELITUNG – Sore itu, pukul 17:15 sejumlah orang memadati Tanjungpendam'>Pantai Tanjungpendam Belitung. Mereka sengaja berbondong-bondong datang demi menikmati keindahan matahari terbenam (sunset) dan mengabadikannya.

Tidak hanya itu, diantara mereka juga ada yang asik berolahraga, Rabu (9/8/2017).

Satu diantaranya, Ridwan 22 tahun. Ia bersama ke tiga rekannya mengenakan pakaian olahraga lengkap dengan sepatunya. Wajah dan baju mereka basah bermandikan keringat setelah menghabiskan 5 putaran mengelilingi Tanjungpendam

Ridwan mengaku, ia memang rutin berolahraga setiap sore di sana.

“Saya rutin merathon di sini karena selain menyegarkan tubuh, saya juga sedang program menguruskan berat badan. Namun, ketiga teman saya ini jarang bahkan hampir tidak pernah berolahraga. Mereka terbujuk ikut sebab ada omongan dari temen-temen kantor lain kalau sunset sedang bagus,” jelas Ridwan

Teman Ridwan, Farhan membenarkan pernyataan sahabatnya tersebut. Ia mengakui dirinya penasaran dengan keindahan matahari tenggelam di Tanjung Pendam. Sebab, pasca hujan yang melanda Belitung ia tidak pernah lagi mengunjungi pantai.

“Kangen sih sama suasana sore di Pantai Tanjung Pendam karena sesudah banjir tempo hari saya sudah tidak pernah lagi ke Pantai. Ternyata memang sangat bagus sunsetnya,” kata Farhan.

Lalu, Saidati 59 tahun bersama anak sulung, menantu, dan cucunya jauh-jauh datang dari Desa Kampit. Mereka mengaku sering bertandang ke Pantai Tanjung Pendam untuk menikmati keindahan panorama matahari tenggelam. Ia menilai suasana laut dan senja merupakan perpaduan yang sangat menenangkan.

“Tenang rasanya melihat pemandangan seperti ini. Angin sepoi-sepoi, deru air laut, lintas kapal-kapal nelayan, dan udara segar menambah nikmat senja di sini. Jingganya pun kadang masih terbayang-bayang,” kata Saidati

Ia mengatakan tidak bisa setiap hari menyaksikan matahari tenggelam di Tanjung Pendam karena jaraknya jauh dari rumah mereka di Desa Kampit. Meskipun begitu setiap ke Tanjungpandan ia pasti mengusahakan datang kemari. Baginya Tanjung Pendam adalah pantai terdekat dan aksesnya paling mudah di kunjungin.

Hendro, anak sulung Saidati menyebutkan selain menikmati pantai, kedatangan mereka ke Tanjungpandan juga bermaksud menjemput adik bungsunya pulang dari perantawaun. Ia menjelaskan, adiknya telah menyelesaikan kuliah dan mengurus surat-menyurat di Bangka.

“Hari ini adik saya baru kembali. Sembari menunggu kepulangannya, kami memilih menghabiskan waktu di sini,” ujar Hendro.

Kemudian, tidak jauh dari tempat Saidati dan keluarganya sejumlah pemuda-pemudi juga menikmati ke indahan panorama tersebut. Mereka duduk di bebatuan pinggir pantai sambil bercengkrama satu sama lain. Tidak lupa, mereka juga asik mengabadikan momen-momen kebersamaannya.

“Kami bukan anak SMK yang baru pulang sekolah. Sebenarnya kami berasal dari Surabaya dan masih baru di Belitung,” canda salah satu pemuda. (p1)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help