PosBelitung/
Home »

Lokal

Bupati Beltim Setuju Hasil Investigasi Tambang Perlu Dibuka ke Publik

Menurut Yuslih hal ini memang pernah dibicarakan oleh Gubernur Babel Erzaldibersamanya saat mereka bertemu di acara KONI.

Bupati Beltim Setuju Hasil Investigasi Tambang Perlu Dibuka ke Publik
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Caption: Bupati Beltim Yuslih Ihza (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza menanggapi polemik setop tambang sementara oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan yang dikritisi dua ketua DPRD di Pulau Belitung baru-baru ini.

Menurut Yuslih hal ini memang pernah dibicarakan oleh Gubernur Babel Erzaldibersamanya saat mereka bertemu di acara KONI.

Erzaldi memerlukan penyetopan sementara karena mau mengevaluasi aktivitas tambang pasca banjir Beltim, dan ia tak memungkiri bahwa ini berakibat pada potensi PAD Beltim.

Yuslih juga berharap investigasi itu cepat selesai. Ia juga setuju jika hasilnya dibuka ke publik.

"Sebenarnya ini, mau tidak mau, berpengaruh pada PAD Beltim, khususnya dari galian C. Ini tidak dapat kami pungkiri. Tapi ini kaitannya berkaitan dengan UU 23 soal kewenangan provinsi itu. Selama ini kan tidak pernah ada evaluasi, kemudian ada dan kaitannya dengan banjir itulah, mungkin perlu evaluasi. Karena ini kewenangan Gubernur, kami berharap jangan terlalu lama, karena berkaitan dengan PAD Beltim juga," beber Yuslih ditemui Pos Belitung di ruang kerjanya, Kamis (10/8/2017).

Yuslih mengatakan, sampai hari ini belum ada koordinasi Pemprov Babel dengan Pemkab Beltim terkait progres investigasi aktivitas tambang di Beltim.

"Perlu diungkap ke publik. (Jadikan tidak ada spekulasi. Siapa yang investigasi dan hasilnya seperti apa). Kalau versi Pak Wagub kemarin, itu karena curah hujan selama satu tahun diturunkan dalam hanya dua hari," kata dia.

Sekadar diketahui pula, BNPB RI pernah menyatakan bahwa penyebab bencana banjir Beltim beberapa waktu lalu adalah cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan.

Namun ini tidak terlepas dan diperparah oleh degradasi lingkungan akibat aktivitas pertambangan dan masifnya pembukaan kawasan hutan di Pulau Belitung.

Sekadar diketahui pula kerugian Beltim akibat banjir Beltim Minggu (16/7) silam mencapai Rp 371 M. Jumlah ini berarti setidaknya 10 kali lipat dari target PAD Beltim dari sektor pajak golongan C sebesar Rp 35 miliar.

Perlu 10 tahun pengumpulan PAD Beltim dari sektor pajak galian C untuk mengganti kerugian materil akibat banjir tersebut. (*)

Selengkapnya diversi koran cetak Pos Belitung (Bangka Pos Group) edisi Jumat (11/8/2017).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help