PosBelitung/

Tidur Tak Lelap Kurang Baik Bagi Kesehatan, Ini Penjelasannya

Tidur yang kurang "berkualitas” adalah pada saat seseorang hanya mendapatkan sedikit tidur non-REM (yaitu tidur lelap tanpa mimpi).

Tidur Tak Lelap Kurang Baik Bagi Kesehatan, Ini Penjelasannya
Foto : Kompas.com
Ilustrasi Tidur 

POSBELITUNG.COM - Ada banyak alasan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seperti mengurangi risiko penyakit berbahaya, memori otak yang lebih baik, emosi stabil, tingkatkan kemampuan berlari, hingga menjaga tingkat kesuburan di usia yang kian bertambah.

Namun, ada banyak alasan “menyenangkan” untuk menunda tidur di penghujung hari, misalnya bermain game, media sosial, hingga menonton siaran sport favorit. 

Padahal, “kesenangan” itu justru dapat mengurangi waktu tidur, sehingga kesempatan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas pun ikut berkurang, ungkap penelitian dalam jurnal Neuron.

Temuan tersebut melaporkan bahwa setelah usia 30, otak pria mulai menua, yang pada akhirnya menyebabkan kualitas tidur seseorang menurun drastis.

"Bagian otak yang menua paling awal adalah bagian yang memberi kita tidur lelap berkualitas, sehingga pria perlu berusaha lebih untuk mendapatkan tidur yang baik, salah satu caranya dengan memenuhi waktu tidur yang direkomendasikan," kata penulis utama Bryce Mander dalam siaran pers University of California di Berkeley.

Tidur yang kurang "berkualitas” adalah pada saat seseorang hanya mendapatkan sedikit tidur non-REM (yaitu tidur lelap tanpa mimpi).

Pada gilirannya, tidur yang kurang berkualitas ini dapat mengacaukan kemampuan otak dalam mengolah informasi jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang.

Sehingga, otak menjadi sulit mengingat sesuatu, atau menjadi mudah lupa.

“Ketika pria melewati usia 30, persentase tidur non-REM dapat turun hingga 50 persen, serta 25 persen untuk wanita. Bila Anda memiliki tidur berkualitas (non-REM) yang sedikit, kemampuan memori otak menjadi lebih buruk, sehingga jangan heran bila Anda kerap melupakan banyak hal, atau sulit untuk mengingat sesuatu,” kata Mander.

Jadi, menurut peneliti, untuk mendapatkan tidur berkualitas lebih banyak, satu-satunya cara ialah tidak menunda tidur dan tidur dalam durasi yang cukup, yaitu 7 jam semalam.

Jadi, bila besok Anda harus bangun pukul 5 pagi, maka malam ini baiknya Anda mulai berusaha tidur paling lambat pukul 10 malam.

“Ada banyak cara untuk tertidur lebih cepat, seperti berhenti bermain gawai 30 sebelum jam tidur tiba, minum air putih ketimbang makan besar di malam hari, membaca buku, hingga menjalani terapi tidur. Sebab, tidur nyenyak bekualitas (non-REM) tak bisa dicapai dengan pengobatan, sehingga tidurlah saat Anda sempat, demi kesehatan fisik dan mental,” saran Mander. (*)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help