PosBelitung/

1.300 Istri dan Anak-anak Terduga ISIS Ditahan Irak

Norwegian Refugee Council, yang memberikan bantuan di kamp, mengatakan para perempuan dan anak-anak tersebut sejatinya berada

1.300 Istri dan Anak-anak Terduga ISIS Ditahan Irak
Reuters
Sebagian perempuan dan anak-anak difoto setelah menyerahkan diri ke pasukan Kurdi, Peshmerga. 

POSBELITUNG.COM - Pihak berwenang Irak menahan lebih dari 1.300 anggota keluarga terduga militan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di kamp pengungsian selatan Mosul, kata pejabat dan pekerja sosial.

Perempuan dan anak-anak tersebut berasal dari setidaknya 13 negara dan sebagian besar dari mereka melarikan dari Tal Afar ketika pasukan Irak merebut kembali kota tersebut bulan lalu.

Norwegian Refugee Council, yang memberikan bantuan di kamp, mengatakan para perempuan dan anak-anak tersebut sejatinya berada dalam 'tahanan de-facto'.

"Seperti halnya mereka yang melarikan diri dari konflik, sangat penting bagi para individu ini mampu mengakses perlindungan, bantuan, dan informasi," demikian pernyataan Norwegian Refugee Council.

"Pemerintah Irak harus segera memperjelas rencana mendatang mengenai para individu ini, sementara pada saat yang sama menjamin hak-hak dasar mereka."

Suami dianggap sebagai milisi ISIS

Sementara itu para pejabat Irak mengatakan istri dan anak-anak petempur ISIS kemungkinan besar akan dideportasi ke negara asal mereka.

Ribuan warga asing berdatangan ke Irak dan Suriah untuk tinggal di 'kekhalifahan' yang diproklamasikan oleh ISIS setelah kelompok itu menguasai sebagian besar wilayah Irak bagian utara dan barat pada 2014.

Sebelumnya belasan warga negara Indonesia juga dipulangkan dari Irak setelah sempat bermukim di Raqqa, kota yang dianggap sebagai ibu kota kekuasaan ISIS.

Seorang pejabat mengatakan para istri dan anak-anak menyerahkan diri kepada pasukan Kurdi, Peshmerga, dekat Tal Afar bersama suami dan ayah mereka, yang dianggap sebagai milisi ISIS.

Halaman
12
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help