PosBelitung/

Mengejutkan! Jurnalis BBC Temukan Fakta Ini di Balik Pembakaran Permukiman Rohingya

Anehnya, orang-orang Hindu yang melarikan diri ke Bangladesh semuanya mengatakan bahwa mereka diserang oleh umat Buddha Rakhine setempat

Mengejutkan! Jurnalis BBC Temukan Fakta Ini di Balik Pembakaran Permukiman Rohingya
BBC Indonesia
Desa Gaw Du Thar Ya di Myanmar yang terbakar menjadi abu dan arang 

Di foto itu tampak sejumlah pria dengan topi haji putih berpose saat mereka membakar atap rumah yang terbuat dari rumbia. Beberapa perempuan mengenakan sesuatu yang tampak seperti taplak meja berenda di atas kepala mereka melambaikan pedang dan parang dengan melodramatis.

Kemudian saya mengetahui bahwa salah satu perempuan itu sebenarnya adalah perempuan Hindu dari sekolah tersebut yang tampak bersemangat, dan saya melihat bahwa salah satu dari pria yang tampak di foto itu juga hadir di antara orang-orang Hindu yang mengungsi.

Mereka membuat foto-foto palsu agar terlihat seolah-olah kelompok Muslim lah yang melakukan pembakaran.

Kami berkesempatan temu wicara dengan Kolonel Phone Tint, pejabat keamanan perbatasan setempat.

Dia menggambarkan bagaimana teroris Bengali, demikian mereka menyebut kaum militan Tentara Penyelamatan Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA) telah menguasai desa-desa Rohingya, dan memaksa mereka untuk menyediakan satu orang per rumah tangga sebagai militan.

Yang tak mematuhi, rumahnya akan dibakar, katanya.

Dia menuduh militan ARSA menanam ranjau darat dan menghancurkan tiga jembatan.

Jurnalis diberikan foto-foto yang seakan 'menangkap' orang-orang Muslim sedang membakar rumah mereka sendiri/BBC / HANDOUT.
Jurnalis diberikan foto-foto yang seakan 'menangkap' orang-orang Muslim sedang membakar rumah mereka sendiri/BBC / HANDOUT.
Namun BBC kemudian mengidentifikasi perempuan yang sama di sebuah desa Hindu.
Namun BBC kemudian mengidentifikasi perempuan yang sama di sebuah desa Hindu. 

Saya bertanya apakah dia mengatakan bahwa semua desa yang terbakar yang berjumlah puluhan itu dihancurkan oleh militan. Dia menegaskan bahwa itulah posisi pemerintah.

Menanggapi sebuah pertanyaan tentang kekejaman militer, dia menepiskannya. "Mana buktinya?" tanyanya.

"Lihatlah perempuan-perempuan itu," yang dimaksudnya adalah perempuan pengungsi Rohingya: "siapa yang membuat klaim ini - siapa memangnya yang mau memperkosa mereka?"

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help