PosBelitung/

Ini Hukumnya Dalam Islam Bagi Wanita Pelakor Lalu Menikah

Dalam Islam mengatur soal cinta lalu merebut suami atau istri orang, dengan tujuan merusak rumah tangganya supaya bisa menikahinya

Ini Hukumnya Dalam Islam Bagi Wanita Pelakor Lalu Menikah
Net/Kolase
Ilustrasi selingkuh 

POSBELITUNG.COM -  Merebut suami atau istri orang lain sudah sering terjadi saat ini, hingga sampai ke perceraian.

Bahkan belakangan ini santer terdengar sebutan bagi wanita dengan julukan pelakor, yang tak lain singkatan dari perebut laki orang.

Seperti dikutip dari dalamislam.com diketahui, Islam sebenarnya tidak pernah memberikan larangan seseorang untuk mencintai orang lain, sebab cinta merupakan fitrah yang datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari.

Seseorang yang mencintai bahkan mempunyai derajat tinggi dan juga mulia disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana seseorang yang memiliki cinta mendalam akan mati syahid dengan beberapa ketentuannya.

Akan tetapi, seorang wanita atau pria yang berusaha mengganggu atau merebut pasangan dari sebuah keluarga terutama kerabat dekat,  sama saja dengan mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Dan hal ini bukan termasuk pergaulan dalam Islam, karena menyakitkan bagi keluarga tersebut. 

Tapi sudah banyak kejadian dimana wanita merebut suami orang, atau lebih dikenal dengan sebutan perebut laki orang (pelakor).

Hukum cinta menurut Islam dan juga merebut suami orang dengan tujuan merusak rumah tangga supaya bisa menikah dengan orang tersebut adalah haram hukumnya.

Hal ini berdasarkan dari hadits Abu Hurairah radiiyallahu. Beliau mengatakan jika, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda “Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami”.

Dengan hadits diatas, Imam Abdurrahman Al Juzzairi kembali memberi penegasan jika agama Islam memberi larangan, untuk berbuat hal yang merusak hubungan suami istri dan menjadi dosa yang tak terampuni di mata Allah.

Halaman
1234
Editor: rusmiadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help