PosBelitung/

Ini Nama Perekrut Wanita Indonesia dan Pemberi Racun Dalam Pembunuhan Kim Jong Nam

Sebelumnya, Siti Aisyah mengaku bahwa ia ditawari uang 100 dolar AS (Rp 1,3 juta) oleh seorang pria untuk mengerjai seseorang yang tak dikenal.

Ini Nama Perekrut Wanita Indonesia dan Pemberi Racun Dalam Pembunuhan Kim Jong Nam
Dua wanita yakni warga negara Indonesia, Siti Aisyah dan warga Vietnam, Doan Thi Huong dituduh mengolesi racun saraf ke wajah Kim Jong Nam saat pembunuhan di dalam terminal Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari lalu, dihadirkan dalam Pengadilan Tinggi Shah Alam, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/10/2017). (AP) 

POSBELITUNG.COM, KUALA LUMPUR - Saksi kasus kematian kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebutkan nama-nama perekrut dua perempuan terdakwa pelaku.

Dua terdakwa kasus kematian Kim Jong Nam asal Indonesia dan Vietnam, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, kembali menghadap pengadilan, Kamis (12/10/2017).

Dalam persidangan kali ini di Kuala Lumpur, Malaysia, seorang polisi memberikan kesaksiannya terkait kematian Kim Jong Nam, Februari lalu.

Menurut pengakuan sang polisi, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, ada empat orang lain yang terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Wan Azirul menyebut keempatnya sebagai Mr Chang, Mr Y, James, dan Hanamori.

Mr Y dikatakan merupakan pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) mengenakan topi hitam dan membawa ransel hitam, sedang berjalan memasuki bandara bersama Huong.

Wan Azirul meyakini bahwa Mr Y dan Mr Chang adalah orang yang memberikan racun VX pada Siti dan Huong, yang nantinya diusapkan dua perempuan itu pada wajah Kim Jong Nam.

Sedangkan, James diduga merupakan perekrut Siti Aisyah dan Hanamori merupakan mandor yang memberikan arahan dan perintah pada Mr Y.

Diyakini keempat pria tersebut berkewarganegaraan Korea Utara.

Baik Siti Aisyah dan Huong mengklaim pada tim kuasa hukumnya bahwa mereka sama sekali tidak tahu-menahu soal keterlibatan mereka dalam pembunuhan Kim Jong Nam.

Halaman
12
Editor: aladhi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help