PosBelitung/

Lahirkan Anak Kembar, Ibu Ini Kesakitan di Atas Ranjang, Ternyata Ada Benda Ini di Organ Intim

Hingga keesokan harinya, saat Naomi ke toilet, ia melihat ada sesuatu menggantung di organ intimnya. Ia terkejut dan mencoba...

Lahirkan Anak Kembar, Ibu Ini Kesakitan di Atas Ranjang, Ternyata Ada Benda Ini di Organ Intim
Facebook
Naomi Nababan 

"Sebuah kisah, kiranya menambah pengetahuan para Ibu dimanapun berada. 

Saya ingin tahu juga apakah ada yang pernah mengalaminya??

Tanggal 15 November 2013, aku masuk ruang operasi setelah melakukan test darah, test alergi dan konsultasi medis dan yg berhubungan dengan anastesi untuk Operasi Cesar melahirkan anakku si kembar.
Semua berjalan dengan lancar, badanku aku legkungkan dan bius di suntikkan ke tulang belakang ku.
Proses pengeluaran bayi terbilang lancar meskipun terbilang epic, ku ingat dokter yang mengoperasi ku sambil menyanyi - nyanyi mengeluarkan bayi-bayiku.

karna setiap kali cesar, biasanya saya pasti sesak dan mual.
anak pertama di keluarkan beratnya 2.4 kg, dan selisih waktu 3 menit lagi anak kedua ku berhasil di keluarkan, dengan BB 2.36 kg
Lancar semuanya...

Setelah semua selesai, bekas bedah di tutup, ada yang aneh... aku bisa menggerakkan jempol kaki ku, lalu aku di dorong ke ruang penghangat, kaki ku sudah bisa di gerakkan.

Tanyaku kepada 2 orang suster yang mau menghangatkan ku dengan selimut hangat khusus di sana " Suster, kok saya udah bisa menggerakkan kaki saya ya?? baru aja selesai di di jahit ini?"
kulihat mereka sih saling memandang , dan bilang "ga apa apa bu, ibu istirahat aja dulu ya". sambil memberes bereskan selimutku.

Aku sedikit tenang sambil berharap tidak akan terjadi apa apa, tapi kok terasa perih sekali di perutku, dan kaki ku sudah bisa bebas bergerak, tapi aku takut menggerakkannya, karna setiap kali 

bergerak, perutku sangat perih dan sakit dan ngilu.

Gak sampai 5 menit lagi, sakitnya meradang, sangatttttt sakit dan perihh , tepat di bekas luka cesarku itu, meradang sampai kesemua tubuh.

Suster ku panggil, dan mereka cepat cepat membawa aku ke ruang perawatan.
Semuanya tambah sakit, perihhhhhhh , sakittttt sampai ke ulu hati dan sampai ke ubun ubun, saya sudah banyak mengalami sakit, tapi sakit nya ini luarrr biasa, tidak tertahankan, mau menjerit tapi tidak bisa, aku hanya meraung raung sambil menahan perutku agar gak bergerak, sambil aku menyumpal mulutku dengan selimut agar aku bisa menggigitnya.

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help