PosBelitung/

Yuk Kenali Ciri-ciri Luka Diabetes

Luka yang sakit biasanya dialami pada ujung jempol kaki dan berwarna kebiruan selang berapa lama, ciri-ciri luka diabetes tersebut

Yuk Kenali Ciri-ciri Luka Diabetes
net
Diabetes 

POSBELITUNG.COM - Ciri-ciri luka diabetes bisa di lihat dari perubahan warna pada bagian kulit yang sedang terluka.

Luka yang sakit biasanya dialami pada ujung jempol kaki dan berwarna kebiruan selang berapa lama, ciri-ciri luka diabetes tersebut berangsur akan berubah menjadi kehitaman dan terasa sangat sakit.

Akan keluar cairan yang berbau menyengat dan bisa membusuk, Jika dibiarkan terlalu lama, luka akan cepat menyebar.

Biasanya ciri-ciri luka diabetes sudah bisa diketahui jika penderita sudah tahu bahwa ia telah di diagnosis terkena penyakit tersebut. Dan sayangnya hal ini lebih buruk bisa terjadi ketika seseorang tak menyadari bahwa ia sudah terkena penyakit tersebut.

Luka diabetes terbentuk karena terkombinasi berbagai faktor, seperti kurangnya rasa di kaki, sirkulasi yang buruk, cacat kaki, iritasi seperti adanya gesekan atau tekanan, dan trauma, serta durasi diabetes.

Pasien yang memiliki diabetes selama bertahun-tahundapat mengembangkan neuropati.

Adapun ciri-ciri luka diabetes :

foto
foto ()

1. Pada awal luka diabetes menyebabkan luka memerah,lambat laun bila segera tak di kompres dengan obat perawatan luka diabetes khusus probiotik maka luka tersebut akan mengalami perubahan warna menjadi coklat.

2. Dari ciri-ciri luka diabetes bisa berwarna hitam, jika hitam ini menunjukkan tingkat adanya keparahannya yang meningkat.

3. Adapun ciri-ciri luka diabetes akan berbau busuk jika sudah parah selanjutnya. Pada luka terjadi proses pembusukan oleh bakteri patogen, sebab dalam kondisi terkena diabetes melitus tubuh pasien mengalami ketidak seimbangan mikro organisme/bakteri di dalam tubuh.

4. Pada bagian luka diabetes juga akan mengalami mati rasa karena terjadu kematian jaringan. Karena adanya penghentian suplai darah ke bagian tubuh yang terluka itu.

Pembuluh darah yang kekurangan nutrisis dan oksigen tentu saja tidak mampu membawa sel-sel darah merah yang memuat nutrisi dan oksigen tersebut keseluruh jaringan.

Akibatnya sel-sel jaringan menjadi mati, hal ini karena terjadi dominannya bakteri patogen yang ada.

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help