PosBelitung/
Home »

Bisnis

» Mikro

Terasi Mengguru, Andalan dari Desa Cendil, Belitung Timur, Ini Keistimewaannya

Jika umumnya terasi bertekstur lembek agak basah, terasi Mengguru bertekstur kering dan berwarna merah.

Terasi Mengguru, Andalan dari Desa Cendil, Belitung Timur, Ini Keistimewaannya
(POS BELITUNG/DEDY QURNIAWAN)
Terasi Mengguru dari Desa Cendil yang dipamerkan pada acara Bursa Inovasi Desa di Gedung Auditorium Zahari MZ, Komplek Kantor Bupati Beltim, Selasa (31/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR- Terasi alias belacan dengan merek Mengguru dipamerkan pada
acara Bursa Inovasi Desa di Gedung Auditorium Zahari MZ, Selasa (31/10/2017) siang.

Terasi Mengguru adalah produk andalan Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.

Kaur Umum Pemdes Cendil Erine mengatakan, nama Mengguru diambil berdasarkan nama tempat para nelayan Desa Cendil mencari udang untuk bahan baku terasi.

Jika umumnya terasi bertekstur lembek agak basah, terasi Mengguru bertekstur kering dan berwarna merah.

"Ini produk unggulan Desa Cendil. Murni udang. Sangat enak kalau digunakan untuk tumis kangkung atau nge-Gangan," kata Erine saat berbincang dengan Pos Belitung di selasar Auditorium Zahari MZ,

Terasi Mengguru di auditorium Zahari MZ dijual seharga Rp 20 ribu per ons. Jika per kilogram, Erine mengatakan, harga terasi ini dijual seharga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

Erine menuturkan, terasi Mengguru biasanya diproduksi oleh warga di Desa Cendil hanya pada sekitar bulan April hingga Juni.

Baca: Bupati Belitung Timur dan Kapolres Rogoh Kocek, Borong Terasi Mengguru

Terasi Mengguru dari Desa Cendil yang dipamerkan pada acara Bursa Inovasi Desa di Gedung Auditorium Zahari MZ, Komplek Kantor Bupati Beltim, Selasa (31/10/2017).
Terasi Mengguru dari Desa Cendil yang dipamerkan pada acara Bursa Inovasi Desa di Gedung Auditorium Zahari MZ, Komplek Kantor Bupati Beltim, Selasa (31/10/2017). ((POS BELITUNG/DEDY QURNIAWAN))

Sebab, hanya saat itu nelayan setempat mendapatkan bahan baku udang.

"Itu saat musim timur. Kalau musim barat memang tidak ada," katanya.

Karena keterbatasan bahan baku yang bergantung musim itulah kemudian sejumlah konsumen terpaksa harus 'gigit jari' karena tak mendapatkan terasi ini.

"Ketersediaannya tergantung musim udang sebagai bahan baku," kata dia.

Saat ini terasi Mengguru hanya dipasarkan di Desa Cendil. Erine mengatakan, Pemdes Cendil menginginkan agar produk unggulan mereka bisa dipasarkan ke luar desa.

"Belum sampai dipasarkan ke mana-mana, tapi kami mau pasarkan ke luar desa. Kalau yang nyari ini alhamdulillah banyak. Biasanya sampai tanya, tapi terkait bahan baku ini jarang terpenuhi," ujar Erine. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help