PosBelitung/
Home »

Lokal

Bu Lurah Tanjungpendam Lakukan Ini, Warga Gang Takas Kini Punya Solusi Baru Kelola Sampah

Pembuatan lubang dikoordinir langsung oleh ketua RW yang akrab di sapa Bang Tepo ini.Diameter lubang hanya 10 cm dengan kedalaman

Bu Lurah Tanjungpendam Lakukan Ini, Warga Gang Takas Kini Punya Solusi Baru Kelola Sampah
IST/Kolase Pos Belitung
foto kiri: Ketua RW 08 Fitrawan Membuat Lubang resapan biopori di dampingi Ketua RT 15 Saryono dan Kepala Lingkungan Perai, Asri. Foto kanan :Ketua RW 08 Fitrawan membuat Lubang Resapan Biopori di halaman rumah warga. 

POSBELITUNG.COM - Lurah Tanjungpendam Vita Widiastuti perkenalkan gaya hidup baru kepada warganya dalam mengelola sampah rumah tangga.

"Sudah saatnya beralih gaya hidup, tidak lagi mencampur dan menyerahkan sampah organik kepada petugas kebersihan," tulis Vita dalam rilis yang dikirimnya kepada Pos Belitung.

Lurah Tanjungpendam, Vita
Lurah Tanjungpendam, Vita (facebook)

Sampah seperti kulit buah, dedauan, sisa-sisa potongan sayur, dan sampah organik lainnya sudah saatnya di buat kompos.

Oleh karena itu warga Gang Takas RW 08 Lingkungan Perai Kelurahan Tanjungpendam membuat Lubang Resapan Biopori.

Pembuatan lubang resapan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan Lurah Tanjungpendam Vita Widiastuti, S.STP kepada warga pada hari Senin 6 Nopember 2017 di Rumah Ketua RW 08, Fitrawan.

Pembuatan lubang dikoordinir langsung oleh ketua RW yang akrab di sapa Bang Tepo ini.

Warga sekitar gang yang pernah menjuarai lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten ini sangat antusias dan langsung mempraktekkan di rumah masing-masing.

Teknis pembuatannya hanya dengan membuat lubang pada tanah dengan menggunakan bor tanah dan menimbunnya dengan sampah organik.

Pembuatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Diameter lubang hanya 10 cm dengan kedalaman kurang lebih 1 meter.

Sampah organik yang dimasukkan kedalam lubang resapan perlahan akan larut bersama tanah.

Pembuatan lubang resapan ini dimanfaatkan untuk mengatasi masalah sampah, karena lubang biopori ini bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kompos dari sampah organik.

Dengan begitu dapat mengurangi jumlah sampah yang sampai ke TPS. Selain itu air yang datang ketika hujan lebat juga akan cepat terserap.

"Kedepannya diharapkan sampah-sampah yang dibuang di tepi jalan tidak ada lagi," pungkas Vita.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help