PosBelitung/
Home »

Lokal

Dinas Perikanan Belitung Sudah Terbitkan Ribuan Kartu Nelayan

Ia mengatakan, untuk mendapatkan kartu tersebut, nelayan cukup membawa fotokopi KTP dan mengisi formulir yang telah disediakan

Dinas Perikanan Belitung Sudah Terbitkan Ribuan Kartu Nelayan
net
Ilustrasi nelayan

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kabid Sumberdaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Idhamsyah mengatakan, penerbitan kartu nelayan sudah mencapai angka 5.700 semenjak dikeluarkannya kebijakan tersebut.

Menurutnya hingga saat ini pihaknya masih tetap membuka pelayanan pembuatan kartu tersebut di kantor Dinas Perikanan.

"Sekarang itu sudah mencapai 5.700an. Kami tetap melayani sampai sekarang dan masih terdapat premi asuransi," katanya, Senin (13/11/2017).

Ia mengatakan, untuk mendapatkan kartu tersebut, nelayan cukup membawa fotokopi KTP dan mengisi formulir yang telah disediakan tanpa dipungut biaya. Kemudian, bagi nelayan di wilayah pelosok bisa mendatangi petugas penyuluh perikanan di kecamatan.

Dalam peruntukkannya, ia mengakui Dinas Perikanan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk membedakan antara nelayan dan pemilik kapal. Ia menegaskan asuransi tersebut pada intinya menyasar khusus nelayan dan awak kapal.

"Kalau pemilik yang sudah punya lebih dari satu kapal tidak akan dapat, karena itu namanya sudah pengusaha. Kecuali dia pemilik dan sekaligus yang bawa kapalnya, itu masih masuk," ungkapnya.

Ia menambahkan, Dinas Perikanan sudah mampu cetak langsung kartu tersebut. Tetapi tergantung dengan koneksi internet, jika lancar maka kartu tersebut bisa langsung dicetak.

Kemudian, kata Idham, kartu nelayan juga punya validasi dan fungsinya sama seperti KTP dan SIM. Semisalnya nelayan terdampar di sebuah pulau, maka bisa menunjukkan kartu itu dan dinas setempat akan mengurus, karena berlaku secara nasional.

Ia menjelaskan, tujuan pemberian bantuan premi asuransi perikanan bagi nelayan untuk mengalihkan resiko yang dapat merugikan nelayan kepada pihak lain, melalui mekanisme pertanggungan asuransi dan mendapatkan kegiatan perlindungan asuransi perikanan bagi nelayan.

Sedangkan sasarannya diharapkan nelayan terlindungi dengan memperoleh manfaat jika terjadi kecelakaan dan kematian. Lalu, meningkatkan kesadaran nelayan untuk melanjutkan mekanisme pertanggungan asuransi secara mandiri.

Selain itu, Idham menilai matapencaharian sebagai nelayan merupakan pekerjaan resiko tinggi. Cuaca ekstrim, keselamatan kerja, harga hasil tangkapan yang tidak stabil, dan kompetisi yang tidak sehat adalah sebagian dari resiko yang harus diterima nelayan dalam melakukan pekerjaannya melaut.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help