PosBelitung/
Home »

Techno

» News

Ini Ancaman Dari Pemerintah, Bila Operator Seluler Salah Gunakan Data Pelanggan

Sebagai upaya meminimalisir penyalahgunaan data, kata dia, bagi pelanggan yang sudah meregistrasi kartu prabayar

Ini Ancaman Dari Pemerintah, Bila Operator Seluler Salah Gunakan Data Pelanggan
Shutterstock via Kompas.com
Kartu SIM 

POSBELITUNG.COM - Hukuman maksimal berupa penghentian kerjasama antara pemerintah dengan operator telepon seluler akan dilakukan, apabila ada pelanggaran selama tahapan registrasi kartu telepon.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh.

Dia menegaskan pemerintah dapat memberikan hukuman kepada operator telepon yang menyalahgunakan data pelanggan kartu telepon.

"Pemerintah akan menghentikan perjanjian kerjasama. Ini paling fatal sebab bila akses diputus pasti operator seluler itu tutup karena dia tak bisa verifikasi lagi. Dapat sanksi administrasi dari pemerintah," tutur Zudan, Minggu (12/11/2017).

Selain hukuman maksimal tersebut, pemerintah dapat memberikan sanksi pidana dan perdata.

Sanksi pidana berupa hukuman penjara selama maksimal 10 tahun dan sanksi perdata berupa operator telepon dianggap melakukan perbuatan melawan hukum.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan itu membuat operator berkewajiban untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 1 miliar.

Sebagai upaya meminimalisir penyalahgunaan data, kata dia, bagi pelanggan yang sudah meregistrasi kartu prabayar tidak perlu membuat ulang atau mengganti Kartu Keluarga (KK).

"Saran saya KK agar disimpan baik-baik dan tidak usah diupload di media sosial, karena bisa digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab," kata dia.

Pemerintah memastikan data di dalam KK tidak dapat dibuka oleh pihak operator.

Halaman
12
Editor: rusmiadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help