PosBelitung/
Home »

Lokal

Raperda Zonasi Laut Bangka Belitung Syarat Kepentingan Tambang

Konflik pertambangan di Babel kerap terjadi. Apalagi disaat kegiatan penambangan timah di laut mengganggu aktivitas nelayan dan kawasan wisata.

Raperda Zonasi Laut Bangka Belitung Syarat Kepentingan Tambang
Bangka Pos/Hendra
Aliansi Solidaritas Nelayan Pulau Belitung Bersatu mendatangi DPRD Bangka Belitung untuk melakukan audiensi menolak keberadaan tambang di Perairan Pulau Belitung, mencabut izin tambang yang sudah dikeluarkan serta meminta perairan belitung bebas dari zona tambang laut, Senin (13/11/2017). 

POSBELITUNG.COM, PANGKALPINANG - Rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil (RZ-WP3K) di Bangka Belitung, dinilai syarat kepentingan tambang.

Konflik pertambangan di Bangka Belitung kerap terjadi. Apalagi disaat kegiatan penambangan timah di laut mengganggu aktivitas nelayan dan kawasan wisata.

Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengatakan, diantara solusi menangani persoalan ini dengan perda zonasi.

“Kita sudah minta drafnya diserahkan ke DPRD, tapi sampai sekarang draf itu belum selesai juga. Hanya perda zonasi inilah solusi pertambangan di Bangka Belitung ini,” ujar Didit saat audiensi dengan masyarakat nelayan yang tergabung  Aliansi Solidaritat Nelayan Pulau Belitung Bersatu mendatangi DPRD Bangka Belitung, Senin (13/10/2017).

Kedatangan masyarakat nelayan ini untuk menolak keberadaan tambang laut di Pulau Belitung. Mereka diterima pimpinan dan anggota DPRD Bangka Belitung.

Baca: Hasil Tangkapan Nelayan Melimpah, Belitung Suplai Kebutuhan Ikan Lokal ke Bangka

Senada diungkapkan anggota dewan DPRD Bangka Belitung Edi Nasapta. Menurutnya hanya perda zonasi yang dapat membebaskan perairan Pulau Belitung dari pertambangan laut.

“Saya dari 2014 disini sudah minta raperda zonasi. Tapi sampai sekarang belum ada. Kita harapkan tahun depan dibahas lagi dan segera diselesaikan,” ujar Edi Nasapta.

Sementara itu, anggota dewan lainnya Antonius mensinyalir tak selesaikan perda zonasi ini karena sarat kepentingan.

Bahkan dia menganggap ada yang sengaja ingin membuat kawasan laut menjadi kawasan yang abu-abu.

“Ini kan sarat kepentingan. Kalau lautnya jadi kawasan yang abu-abu apapun bisa. Bisa saja jadi kawasan tambang. Makanya perda zonasi ini tak selesai-selesai,” ujar Antonius.

Dia berharap masyarakat mendukung keberadaan perda zonasi. Isu yang berkembang, perda zonasi tersebut untuk menetapkan perairan Pulau Belitung ada kawasan tambang.

“Kalau ada zonasi tambang di Belitung kami akan coret. Mudahan-mudahan keinginan kami ini juga diikuti kawan-kawan dari dapil Bangka,” kata Antonius. (*).

Penulis: Hendra
Editor: rusmiadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help