PosBelitung/
Home »

Lokal

Breaking News

Sejak Terbentuk Provinsi Babel, Tahun Inilah Kenaikan UMP Terkecil, Hanya 3,8 Persen

Kenaikan tersebut dianggap merupakan kenaikan terkecil, sejak terbentuknya negeri serumpun sebalai. "Ini kenaikan yang terkecil dan...

Sejak Terbentuk Provinsi Babel, Tahun Inilah Kenaikan UMP Terkecil, Hanya 3,8 Persen
Pos Belitung/Disa Aryandi
Suasana dialog antara SPSI dan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Belitung mencatat kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Bangka Belitung tahun 2018, yang disebut-sebut hanya 3,8 persen.

Kenaikan tersebut dianggap merupakan kenaikan terkecil, sejak terbentuknya negeri serumpun sebalai.

"Ini kenaikan yang terkecil dan paling kecil selama terbentuknya provinsi. Dari bulan Mei kami sudah wanti-wanti terkait UMP ini, dan hasil konsultasi kami ini yang paling kecil," kata Sekretaris SPSI Kabupaten Belitung Margono, Selasa (14/11/2017).

Kata Margono, perwakilan dari SPSI semula sudah pernah melakukan konsultasi ke Kementerian Tenaga Kerja, lantaran UMP di Babel hanya mengalami kenaikan 3,8 persen.

"Hasil itu, di Babel yang paling rendah dari seluruh provinsi. Provinsi lain tetap mengacu kepada PP 78, dan pihak kementerian akan turun kesini untuk melakukan pengkajian," bebernya.

Sebelumnya puluhan orang yang tergabung dalam DPC Konfederasi SPSI Kabupaten Belitung, Selasa (14/11/2017) mendatangi Kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung.

Puluhan orang ini datang ke kantor tersebut, bukan untuk melakukan aksi demonstrasi.

Namun buat melaksanakan audiensi terkait Upah Minimal Pekerja (UMP), yang disebut-sebut hanya naik 3,8 persen.

DPC SPSI diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Azhar.

Mereka lantas melakukan dialog disalah satu ruang rapat kantor tersebut, dan menyatakan tidak setuju atas kebijakan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, yang hanya menaikan UMP 3,8 persen.

"Kenaikan yang hanya 3,8 persen itu menjadi kerisauan kami sebagai buruh, dan itu tidak sesuai lagi dengan aturan," kata Ketua SPSI Kabupaten Belitung Azhar Asbathara. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help