PosBelitung/
Home »

Lokal

Diduga Tampung Pasir Timah dari Penambang Ilegal, Kolektor Timah Dibekuk Krimsus Polda

Diduga kuat Is membeli dan menampung pasir timah dari penambangan ilegal kemudian diolah menjadi pasir timah kering.

Diduga Tampung Pasir Timah dari Penambang Ilegal, Kolektor Timah Dibekuk Krimsus Polda
IST/Dok Polairud
Pasir timah ilegal yang diamankan dari kediaman Is kemarin Senin (4/12/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Subdit IV Dit Krimsus Polda Kepulauan dipimpin Kasubdit AKBP I Wayan RS membekuk Is (35) kolektor pasir timah ilegal di kediamannya di Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dari tangan Is, polisi mengamankan 25 kampil (karung) pasir timah yang terdiri dari pasir timah kering dan basah seberat sekitar 1 ton.

Selain itu juga diamankan 1 timbangan balance dan 1 timbangan duduk.

"Anggota Subdit IV Krimsus mendatangi langsung kediaman Is setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait penampungan pasir timah dari penambangan ilegal," kata Kabid Humas AKBP Abdul Mun'im mewakili Dir Krimsus Kombes (Pol) Mukti Juharsa Selasa (5/12/2017).

Penggrebekan tempat penampungan pasir timah milik Is dilakukan pada Senin (4/12/2017).

Diduga kuat Is membeli dan menampung pasir timah dari penambangan ilegal kemudian diolah menjadi pasir timah kering.

Saat didatangi Is tak bisa menunjukkan perizinan terkait aktifitasnya menampung dan mengolah bijih timah tersebut.

Selanjutnya Is langsung diamankan ke Mapolda Kepulauan Bangka Belitung bersama barang bukti.

Barang bukti terdiri dari 17 kampil pasir timah basah dan 8 kampil pasir timah kering yang telah digoreng (diolah).

25 kampil pasir timah yang diamankan tersebut diperkirakan sekitar 1.000 kg.

Termasuk diamankan dua unit timbangan balance dan duduk yang digunakan untuk beraktivitas.

Tersangka dijerat dengan pasal 161 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman 10 tahun penjara.

"Tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik setelah dilakukan pemeriksaan akan dilakukan gelar perkara oleh para penyidik untuk menentukan langkah berikutnya, apakah ditahan ataukah tidak," Kata AKBP Abdul Mun'im.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: aladhi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help