PosBelitung/
Home »

Lokal

Sibuk Cari Sampingan Buat Nutup Utang Bank, Tiga PNS Babel Dipecat, Lalaikan Tugas Sebagai ASN

Ia mengatakan jumlah TPP di lingkungan Pemprov Babel sudah cukup besar, tinggal bagaimana ASN mengelola keuangannya.

Sibuk Cari Sampingan Buat Nutup Utang Bank, Tiga PNS Babel Dipecat, Lalaikan Tugas Sebagai ASN
Istimewa
Ilustrasi PNS 

POSBELITUNG.COM, PANGKALPINANG - Kepala Bidang Penilaian Kinerja informasi dan kesejahteraan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Babel, Yudi Suhasri mengatakan dijaminkannya SK Aparatur Sipil Negara (ASN) di bank sedikit mengganggu kinerja ASN.

Bahkan sekitar tahun 2014 lalu, ada tiga ASN yang dipecat lantaran melalaikan tugasnya karena mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Ada beberapa kasus yang kami temui waktu di sidang mereka bilang enggak masuk kerja karena cari kerja sampingan yang tidak terikat untuk memenuhi kebutuhan, SK-nya sudah digadaikan dan peruntukkannya untuk yang konsumtif, kalau enggak salah sekitar tahun 2014-2015 ada tiga orang yang dipecat dengan kasus seperti ini," kata Yudi, Selasa (5/12).

Saat ini, Yudi mengaku pihaknya terus melakukan pengawasan kedisiplinan pegawai, sehingga tidak berpengaruh pada kinerja.

"Memang ada hubungan dengan kinerja, mereka yang sudah menggadaikan SK-nya, akhirnya melanggar disiplin. Cari kerja sampingan ngurusin urusan luar kantor, cari seseran dengan jadi kontraktor, jadi tanggungjawab didalam enggak keurus, kadang motivasi kurang karena memang tinggal bayar utang," katanya.

Menurutnya, saat ini ASN tidak hanya menggadaikan SK, namun juga ada yang melakukan peminjaman ke lembaga peminjaman.

"Kalau menggadaikan untuk kebutuhan memang mendesak atau uang sedikit dan dalam waktu tidak lama ini mungkin enggak masalah, tapi kan ini mereka pinjam jumlah maksimal ratusan juta sampai harus 10-15 tahun, enggak hanya itu selain sudah menggadaikan SK ada juga yang masih pinjam dengan lembaga peminjaman dibayarkan dengan TPP, sedangkan kebutuhan hidup makin besar," bebernya.

Ia mengatakan jumlah TPP di lingkungan Pemprov Babel sudah cukup besar, tinggal bagaimana ASN mengelola keuangannya.

"Untuk membayar cicilan itu kan gaji, makanya kita juga berharap jangan lagi pinjam ke lembaga karena memang TPP sudah cukup memadai. Pejabat eselon melebih dari gaji TPPnya. Makanya kita menegaskan untuk kinerja pegawai itu harus ditingkatkan, Pak Gubernur sangat disiplin dan semuanya dinilai dan diukur dengan sistem," katanya.

Menurutnya, gubernur Babel sedang merencanakan untuk membentuk koperasi pegawai, sehingga nantinya pegawai yang baru ini tidak perlu lagi ke bank jika membutuhkan dana maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Pak gubernur punya Program koperasi pegawai, nanti pegawai enggak terlalu tergantung dengan bank. Ketika ada masalah finansial mereka datang ke koperasi bukan langsung ke bank," tambahnya.

Lanjutnya, koperasi ini nantinya bisa berupa pinjaman uang maupun barang.

"Dengan koperasi ini mengurangi kebutuhan konsumtif, karena koperasi hanya menyediakan barang-barang keperluan primer," tambahnya.

Sedangkan, untuk peminjaman di Bank pihaknya akan mencoba untuk bekerjasama dengan bank melakukan pembatasan jumlah pinjaman ASN, sehingga mereka masih bisa hidup layak dengan gaji yang tidak besar dipotong oleh pinjaman.

"Nanti kita minta dengan pihak bank ada pembatasan jangan terlalu tinggi, misalnya untuk gaji harus tersisa sekian persen, jadi misalnya gaji jangan terlalu mepet jangan sampai diambil maksimal harus ada sisa dari gaji yang memungkinkan PNS hidup normal, ada juga PNS suami istri jangan dua-duanya dikasih pinjaman, satu saja jadi gaji satunya bisa menopang kebutuhan sehari-hari," tutupnya. (o2)

Editor: aladhi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help