PosBelitung/

Sembarangan Berhubungan Intim, Cewek Ini Hamil Tapi Dokter Bingung Soal Bayinya

Bayi parasit merupakan suatu kejadian langka yang kemungkinan terjadinya hanya 1 banding 100 ribu.

Sembarangan Berhubungan Intim, Cewek Ini Hamil Tapi Dokter Bingung Soal Bayinya
net
Ilustrasi (foto ini tak ada kaitannya dengan berita di bawah) 

Dua Dokter Sebut Hamil

Laura Langdon (23) merasakan sakit pada perutnya beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang ke-21.

Awalnya ia hanya menganggap sebagai sakit perut sebelum menstruasi atau ia sedang salah makan.

Namun, rasa sakit tersebut semakin menjadi dan membuatnya khawatir.

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (6/12/2017), Langdon yang merupakan mahasiswa ilmu kesehatan asal Melbourne, Australia memutuskan pergi ke dokter di sela-sela harinya yang sibuk.

Keputusan Langdon ini didasari dari hasil pengamatannya.

Ia merasakan ada gejala lain pada sakitnya yang membuat perut Langdon bengkak.

Saat menjalani pemeriksaan, dokter memegang dan mencoba menusuk perut Langdon.

Dokter tersebut menyuruh Langdon untuk melakukan tes darah.

"Aku mendapatkan hasilnya beberapa hari kemudian dan mendapatkan kejutan. Dokter memberitahu bahwa aku sedang hamil," tutur Langdon.

Merasa tak percaya, Langdon mencoba mencari dokter lain untuk mendapatkan second opinion (pendapat kedua).

Ia juga diminta melakukan tes darah dan mendapatkan hasil yang sama.

Dokter tersebut memberitahu bahwa Langdon hamil.

Merasa tidak ada masalah dalam perutnya, Langdon kemudian kembali ke rumah.

Tiga minggu setelah menjalani pemeriksaan, perut Langdon terasa semakin sakit.

"Suatu pagi aku terbangun dengan rasa sakit yang menyiksa di perut bagian kiri. Aku tidak pernah merasakan sakit seperti itu. Setiap aku bergerak, perutku akan terasa semakin sakit," jelasnya.

Tak kunjung sembuh, Langdon meminta cek USG untuk melihat kondisi perutnya.

Langdon pun segera ke rumah sakit dan meminta untuk cek USG serta menjani serangkaian pemeriksaan lainnya.

Ia pun terkejut melihat hasil USG miliknya.

Bukan janin yang dilihatnya, melainkan sebuah tumor berukuran besar bersarang di rahimnya.

Dokter segera meminta Langdon menjalani proses operasi untuk mengeluarkan tumornya.

Tepat satu minggu setelah cek USG, Langdon menjalani operasi dan tumor berukuran 18 cm tersebut berhasil dikeluarkan.

Setelah operasi, Langdon menjalani kemoterapi selama 3 bulan.

Sampai sekarang Langdon masih rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan tumornya tidak kembali lagi. (*)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help