PosBelitung/

Valentino Rossi dan Marc Marquez Harusnya Didiskualifikasi Pada Momen Ini

Marquez yang pada akhirnya menyalip Lorenzo untuk memenangi podium teratas membantah hal tersebut.

Valentino Rossi dan Marc Marquez Harusnya Didiskualifikasi Pada Momen Ini
MOTORCYCLENEWS.COM
Insiden Valentino Rossi menendang motor Marc Marquez saat MotoGP Malaysia 2015. 

POSBELITUNG.COM - Perseteruan yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez menjelang akhir musim 2015 adalah salah satu insiden MotoGP yang paling diingat.

Tensi tinggi di antara keduanya bermula saat Valentino Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo di GP Australia agar bisa menjauh dari kejarannya.

Marquez yang pada akhirnya menyalip Lorenzo untuk memenangi podium teratas membantah hal tersebut.

Kala itu persaingan gelar juara memang mengerucut ke dua pebalap tim Yamaha, di mana Rossi memiliki keunggulan poin atas Lorenzo.

Alhasil pada seri berikutnya di Malaysia, perselisihan kedua pebalap tak bisa dihindari hingga Rossi dianggap menjadi biang keladi jatuhnya Marquez di balapan tersebut.

Rossi memang tidak mendapat pengurangan poin karena perilakunya tersebut tetapi penalti yang membuatnya start dari posisi buncit di seri terakhir membuatnya kehilangan gelar kesepuluhnya.

Dalam wawancaranya bersama Tuttomotoriweb, jurnalis senior asal Italia, Maurizio Bruscolini, mengatakan kalau hal itu adalah insiden yang paling memalukan.

"Marquez dengan jelas menghalangi Valentino, dan Valentino menendangnya," kata Bruscolini.

"Saya pikir sangat menakjubkan ketika federasi tidak mengambil posisi dalam kasus tersebut," sambungnya.

Menurut Bruscolini, federasi seharusnya mendiskualifikasi kedua pebalap karena melakukan tindakan yang mencederai olahraga.

"Kedua pebalap memberikan contoh yang sangat buruk. Saya tidak tertarik soal siapa yang benar dan siapa yang salah," ujar Bruscolini.

Semenjak kejadian tersebut relasi Rossi dan Marquez yang semula akrab menjadi merenggang meski keduanya tidak menunjukkan aura permusuhan.

Akan tetapi saat ini kedua pebalap tersebut memutuskan untuk damai dan melupakan kejadian tersebut.

Editor: edy yusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help