Home »

Lokal

Itu Aku Colek Aku Pegang, Kata Pria 69 Tahun yang Dituduh Cabuli Bocah 7 Tahun

Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi.Kali ini menimap seorang bocah perempuan berusia 7 tahun.

Itu Aku Colek Aku Pegang, Kata Pria 69 Tahun yang Dituduh Cabuli Bocah 7 Tahun
Pos Belitung/Disa Aryandi
Barang bukti pakaian korban yang terbungkus didalam plastik, Kamis (11/1/2018) saat diamankan oleh polisi. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Tak lama setelah pelapor memberikan keterangan kepada polisi.

Polsek Tanjungpandan langsung bergerak dan menciduk pelaku persetubuhan anak di bawah umur tersebut.

Pelaku diciduk polisi, ketika sedang berada di rumah.

Saat itu diketahui pelaku dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol.

"Sekarang pelakunya sudah kami tahan, dan diproses lebih lanjut," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina

"Orang tua korban sudah melaporkan secara resmi kepada kami," tambah AKP Gineung. (*)

Kasus Pencabulan

Kasus pencabulan anak di bawah umur tercatat telah terjadi beberapa kali di Belitung dalam kurun tahun 2017 ini.

Sebelumnya pada bulan April 2017.

Siswi SLTA kelas II berusia 16 tahun ini. Sebuat saja namanya Mawar.

Siswi asal Desa Air Merbau, Belitung ini harus kehilangan kesuciannya lantaran digauli oleh pacarnya sendiri, AG (19).

AG terhitung masih satu kampung dengan Mawar yakni di Air Merbau.

Demikian dikutip dari berita Pos Belitung sebelumnya, Jumat (28/4/2017) malam.

Mawar dan AG telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih 3 tahun.

Namun hubungan keduanya tak direstui oleh orangtua Mawar.

Akhirnya kejadian itupun terjadi pada Senin (10/4/2017) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah AG.

Kejadian berlangsung saat rumah AG sedang kosong.

Awal mula Mawar hanya sekedar mengobrol biasa dengan pacarnya.

Namun kemudian sang pacar mulai melancarkan bujuk rayu dan mengajak ke kamarnya.

Tangan kiri Mawar ditarik sang pacar saat diajak ke kamar.

Setelah Mawar itu dibopong oleh sang pacar saat berjalan masuk ke kamar.

Dan di kamar itulah Mawar digauli sang pacar layaknya hubungan suami istri.

Pasca kejadian tersebut, Mawar dan AG terlibat hubungan intim setiap dua atau tiga hari sekali.

"yang kedua, habis aku bawa ke kamar langsung aku gituan sama dia. Kalau yang pertama aku rayu dulu, habis itu aku bopong dia ke dalam kamar tidur aku," kata Tersangka AG kepada posbelitung.com, Jumat (28/4/2017).

Hubungan terlarang ini akhirnya diketahui orang tua Mawar.

Sang Pacar pun dilaporkan ke polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, hubungan intim Mawar dan AG sudah berlangsung sebanyak 7 kali.

"Semua aku lakuin di kamar tidur rumah saya, tujuh kali lah semuanya," kata AG.

Pada bulan Juli 2017

Bujangan berinisial PE (22), Senin (10/7/2017) berada di Polsek Sijuk, Kabupaten Belitung.

Dia dicokok polisi, lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap gadis berusia 15 tahun.

Gadis tunarungu tersebut, merupakan warga Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

PE diciduk Polisi, Sabtu (8/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu ia sedang berada di warung depan rumahnya.

"Pelaku sekarang sudah kami amankan, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka," ucap Kapolsek Sijuk Iptu Ponijan kepada posbelitung.com, Senin (10/7/2017).

Pelaku diketahui merupakan warga asal Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur dan sudah tiga tahun belakang berada di Belitung.

Terduga pelaku pencabulan, PE (22) mengaku menjalin hubungan asmara dengan korbannya selama tiga tahun.

Ia pun siap bertanggung jawab atas dugaan aksi pencabulan yang dituduhkan.

"Iya kami sudah tiga tahun pacaran, dan aku memang sayang sama dia dan ingin bertanggung jawab," kata pelaku PE kepada Posbelitung.com, Senin (10/7/2017).

Agustus 2017

Pelaku pencabulan terhadap bocah perempuan berusia tiga tahun delapan bulan, AL (31) warga Jalan Hasan Basri Keluruhan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dijerat dengan undang - undang perlindungan perempuan dan anak.

Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 81 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002.

Pelaku melakukan aksi bejat tersebut tepat di depan rumah.

Saat itu, korban yang baru berusia tiga tahun delapan bulan yang merupakan anak kandung pelaku baru selesai buang air besar.

Pelaku saat itu menceboki korban sembari mencabuli korban.

"Tidak ada orang di rumah waktu itu, ibu mertua saya sedang ke pasar membeli ikan," kata pelaku AL kepada posbelitung.com, Selasa (8/8/2017).

Pelaku mengaku sangat menyesal telah berbuat bejat seperti itu kepada korban yang merupakan anak kandungnya.

"Tidak sadar saya pak waktu melakukan itu. Menyesal saya pak, tidak lagi lagi lah, betul-betul tidak sadar kemarin," ujarnya.

Sebelumnya seorang buruh harian berinisial AL (31) dilaporkan oleh mertuanya sendiri ke Polsek Tanjungpandan, Belitung lantaran diduga telah mencabuli bocah berusia tiga tahun delapan bulan, Selasa (8/8/2017).

Lelaki yang laporkan itu merupakan ayah kandung korban.

Polisi langsung menjemput pelaku dikediamannya beralamat di Jalan Hasan Basri RT 09/04 Keluruhan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

"Yang melaporkan ibu mertua pelaku, dan pelaku sekarang sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina kepada posbelitung.com, Selasa (8/8/2017).

Pelaku tersebut telah melakukan pencabulan kepada korban, Rabu (3/8/2017) pagi.

Saat itu pelaku hendak berangkat kerja dan rumah dalam keadaan kosong. (*)

Oktober 2017

Tiga lelaki berinisial AP (20), MU (30) dan PR (19) ditangkap Polsek Membalong, Selasa (24/10/201).

Mereka diduga telah mencabuli pelajar SMA berusia 16 tahun berkali-kali.

Tiga warga Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung itu diduga telah menggauli gadis itu di tempat terpisah dan waktu yang berbeda.

"Pelakunya sekarang sudah kami amankan buat diproses lebih lanjut, dan ada tiga orang pelaku nya," kata Kapolsek Membalong Iptu Sugraito kepada posbelitung.com, Selasa (24/10/2017).

Sugraito menceritakan awal mula dugaan pencabulan ini terjadi usai pelajar tersebut berkenalan di dunia maya dengan ketiga terduga pelaku.

"Diduga untuk yang mencabuli korban ada dua orang (MU dan PR), dan satu nya AP telah menguasai foto korban yang tanpa busana," ujarnya. (*)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help