PosBelitung/

'Cewek' Ini 2.000 Kali Diganggu Lelaki Dalam Penjara, Rasanya Seperti di Neraka

Kehidupan di penjara benar – benar mengerikan! Lingkungan dalam penjara benar – benar tak terkontrol.

'Cewek' Ini 2.000 Kali Diganggu Lelaki Dalam Penjara, Rasanya Seperti di Neraka
Net
Ilustrasi (tidak ada hubungan dengan isi berita). 

POSBELITUNG.COM - Kehidupan di dalam penjara jauh lebih mengerikan bagi seorang narapidana wanita.

Seperti seorang wanita cantik yang bernama Mary ini yang telah dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun karena tertangkap mencuri telepon.

Sebelum masuk ke penjara, dia telah diminta paksa untuk telanjangkan diri untuk melakukan pemeriksaan yang tidak memerlukan membuka semua baju, namun karena statusnya sebagai transgender membuat dirinya menerima perlakuan seperti ini.

s
//

Mary mengingat kembali, ”Mereka akan mengontrol hidupmu, mengancam, bahkan melecehkan dirimu.

Kalau kamu sudah membiarkan mereka melakukannya sekali, pasti kamu akan jadi korban untuk kedua dan kesekian kalinya, ini pelecehan!”

//

Kehidupan di penjara benar–benar mengerikan! Lingkungan dalam penjara benar – benar tak terkontrol.

Para narapidana memiliki nafsu yang tak tersalurkan sehingga dirinya yang berfisik seperti wanita, akhirnya dijadikan alat untuk melampiaskan nafsu mereka!

h

Dalam penjara, setiap mata akan bersinar kalau melihat wanita. Setiap pria terlihat seperti hidung belang pada hari pertama Mary masuk ke dalam penjara.

Alasan Mary masuk ke penjara lelaki, karana statusnya yang masih terdaftar sebagai “lelaki”.

Malam pertama di penjara, dia sudah diganggu! Jika dalam perhitungan, dirinya telah diganggu sebanyak 2000 kali lebih!

Pemerintah tidak menganggap kejadian yang dialami Mary ini penting. Mereka sama sekali tidak bisa mengontrol para narapidana yang ada di dalam penjara.

mary1

Bagi Mary, 4 tahun di penjara, bagaikan tinggal di neraka seumur hidup!

Mary yang telah keluar penjara berkata, jika dia harus memilih antara penjara dan kematian, dia memilih untuk mati saja!

Mary juga pernah bertemu dengan transgender lainnya di dalam penjara. Dirinya juga mengalami pelecehan seksual yang terbilang mengerikan itu, dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

s

Mary memilih untuk tidak mengakhiri hidupnya meskipun dia memiliki kesempatan itu.

Dia berkata, dia harus keluar dan menasehati semua wanita yang ada di luar sana, seberat apapun hidup kita, janganlah buat jahat sampai harus masuk penjara karena siksaan dalam penjara akan membuat ingatan yang buruk seumur hidup.

SUMBER

Editor: edy yusmanto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help