Perilaku Veronica Tan Kepada Ahok Selama Ini Dibongkar Djarot

Tanpa isu miring dan tampak harmonis bersama tiga anak, surat gugatan cerai Ahok ke Veronica membuat heboh.

Perilaku Veronica Tan Kepada Ahok Selama Ini Dibongkar Djarot
Kolase
Veronica Tan dan Basuki Tjahaja Purnama 

POSBELITUNG.COM - Kabar Basuki Tjahaja Purnama menggugat cerai istrinya Veronica Tan membuat banyak pihak tak percaya.

Tanpa isu miring dan tampak harmonis bersama tiga anak, surat gugatan cerai Ahok ke Veronica membuat heboh.

Jelas ini membuat publik benar-benar kaget dan bertanya-tanya kenapa Ahok bisa menggugat istrinya tersebut.

//

Pasalnya, rumah tangga keduanya dikenal adem ayem.

Veronica juga terlihat begitu setia kepada Ahok, meski terjerat kasus penistaan agama.

Baca: Ayolah Bu, Kali Ini Saja Sambil Tangan Sang Anak Merogoh Celana Ibunya

Ahok dan Veronica Tan
Ahok dan Veronica Tan (Ahok dan Veronica Tan)

Dalam kasus ini, mantan duet Ahok ketika memimpin Jakarta memberikan pernyataan.

Pengadilan Agama Jakarta kemudian mengkonfirmasikan kebenaran surat cerai ini.

Bahkan PA sudah menjadwalkan sidang perdana dengan agenda mediasi, 31 Januari 2018 ini. Penggugat (Ahok) dan tergugat (Veronica Tan) akan dipertemukan.

Baca: Heboh Si Bocah Rebahan di Ranjang dan Wanita Dewasa, Dibayar Segini

Djarot Saiful Hidayat menyebut sosok istri Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan sebagai wanita yang tangguh dan sangat mendukung apapun keputusan sang suami.

Djarot Syaiful Hidayat bersama istri dan Veronica Tan
Djarot Syaiful Hidayat bersama istri dan Veronica Tan ()

Tidak hanya itu, ia juga memuji wanita bersahaja itu sebagai sosok yang setia terhadap sang suami yang kini tengah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"(Bu Vero itu) perempuan tangguh, setia, dan bener-bener men-support cita-cita dan idealisme yang dikerjakan oleh suaminya, oleh Pak Ahok," ujar Djarot yang dikutip TribunStyle.com dari Warta Kota. (TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)

Dukungan Warganet

Warganet dihebohkan dengan kabar gugatan perceraian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok danVeronica Tan.

Tidak sedikit yang mengungkapkan kekagetan dan kesedihannya ke media sosial.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama warganet patah hati karena perpisahan dua figur publik walaupun biasanya yang menjadi tokoh utama adalah selebriti.

Keluarga Ahok
Keluarga Ahok ()

Jika Anda masih ingat, kehebohan serupa juga terjadi pada 2016 akibat perceraian Brangelina.

Dari pandangan psikologi, sikap warganet terhadap hubungan Ahok-Veronica, Brangelina, dan pasangan-pasangan publik lainnya sangat bisa dipahami.

Ini merupakan bukti dari “hubungan parasosial” yang dimiliki masyarakat dengan figur publik.

Diperkenalkan oleh Donald Horton dan Richard Wohl pada tahun 1956 dalam jurnal Psychiatry, hubungan parasosial merujuk pada fenomena  media menciptakan intimasi satu arah dari jarak jauh.

Horton dan Wohl menulis bahwa berbeda dengan masa ketika teater merupakan satu-satunya bentuk drama dan identitas karakter seorang aktor berhenti setelah pertunjukan berakhir; keberadaan televisi dan radio menciptakan “kebingungan identitas” dengan terus menyandingkan fiksi dan kenyataan.

Dengan kata lain, bukannya memisahkan peran seorang aktor sebagai karakter dan pribadinya, kita justru melihat figur publik sebagai penggabungan keduanya.

Bahkan ketika hubungan yang ditampilkan memang fiksi secara harafiah, sebuah riset oleh Jonathan Cohen dari University of Haifa yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa penonton merasakan emosi nyata terhadap karakter yang ditayangkan di media.

“Ini adalah pengalaman sosial yang sangat kaya. Orang-orang beranggapan bahwa menonton televisi adalah tindakan antisosial, tetapi sebetulnya kegiatan ini sangat sosial,” ujar Karen Dill-Shackleford, psikolog media di Fairfield University kepada The Cut 19 April 2016.

Bagi para penonton, figur publik sangat mirip dengan karakter fiksi.

Kita melihat mereka melalui dan membentuk pemahaman mengenai kepribadian mereka walaupun belum bertemu secara langsung.

Dalam artikelnya untuk Pacific Standard, Alana Massey menulis bahwa masyarakat membentuk hubungan imajinasi yang bermakna dengan para selebriti seperti karakter fiksi.

Sebagaimana digambarkan dalam riset pada tahun 2006, selebriti membentuk bagaimana seseorang melihat sebuah hubungan dan diri mereka sendiri.

Dalam hubungan ini,  seorang penggemar akan merasa memiliki nilai yang sama dengan idola mereka, merasa terinspirasi oleh etika kerja idola mereka, dan bahkan terdorong untuk mengejar banyak hal, seperti menjadi penulis atau vegetarian.

Dill-Shackleford mengatakan, dunia cerita membantu kita mengeksplorasi identitas kita, pemahaman kita akan hubungan yang sedang dijalani, nilai-nilai, dan apa yang menurut kita berharga dalam hidup.(*)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help