Medsos Dijadikan Alat Kampanye, Panwaslu Awasi Akun Resmi Paslon

Namun akun diluar yang didaftarkan oleh tim paslon ke KPU, seperti akun anonim tidak menjadi pengawasan panwaslu.

Medsos Dijadikan Alat Kampanye, Panwaslu Awasi Akun Resmi Paslon
Pos Belitung/Disa Aryandi
Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Haickal Fackar. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Media Sosial (medsos) menjadi salah satu alat untuk melakukan kampanye bagi pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung 2018.

Sehingga panitia pengawasan pemilu (panwaslu) tetap mengawasi medsos, lantaran rentan dijadikan kampanye hitam.

Kampanye menggunakan medsos itu, diatur dalam peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) tentang kampanye pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Sehingga akun dari masing-masing paslon harus didaftarkan ke KPU.

"Nah yang menjadi objek pengawasan kami, aku resmi dari tim pemenang masing - masing pasangan calon dan itu didaftar ke KPU, kalau ada dua aku, maka dua akun itu yang jadi objek pengawasan kami," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Haickal Fackar kepada posbelitung.com, Minggu (21/1/2018).

Namun akun diluar yang didaftarkan oleh tim paslon ke KPU, seperti akun anonim tidak menjadi pengawasan panwaslu.

Kata Haickal, pengawasan terhadap akun anonim yang melakukan hujatan kepada salah satu paslon, dan menjelekan salah satu paslon menjadi pengawasan kepolisian.

"Artinya nanti itu masuk ke ranah kepolisian, jika ada laporan dari masyarakat ke kami, kami hanya melapor saja ke kepolisian. Nah yang melakukan penindakan pihak kepolisian," ujarnya.

Perihal yang dilarang buat saat berkampanye menggunakan medsos, mengujar kebencian kepada salah satu paslon, sara, menjelek-jelekan salah satu paslon, menjelek-jelekan program pemerintah yang lalu.

"Itu nanti kami star melakukan pemantauan setelah ada penetapan paslon dari KPU," ucapnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help