Munculkan Isu SARA Jelang Pilkada, Ini Sanksi Berat yang Menanti

Haickal meminta, kepada seluruh element masyarakat agar gencar melaporkan berbagai permasalahan atau berkaitan dengan...

Munculkan Isu SARA Jelang Pilkada, Ini Sanksi Berat yang Menanti
IST
No SARA 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belitung Haickal Fackar mengatakan, isu SARA yang timbul saat pilkada menjadi ranah kepolisian.

Menurutnya isu SARA ini rentan muncul dalam pesta demokrasi, saat ini mereka hanya sekedar bisa mengingatkan masyarakat secara keseluruhan.

Aturan terhadap isu SARA tersebut bisa dipidana sesuai dengan pasal 69 junto pasal 187 Undang - Undang nomor 10 tahun 2016.

Hukumannya penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600.000,- dan paling banyak Rp 6 juta.

"Kalau di Medsos dia terkena pasal 28 junto pasal 45 undang - undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Itu ancamannya pidana enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," kata Haickal kepada posbelitung.com, Senin (29/1/2018).

Termasuk, lanjut Haickal, bisa dijerat dengan pasal 156, 156a dan pasal 157 KUHP, dan pasal 4 junto pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Itu pidana nya ada juga. Tapi kami terus berupaya menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat, karena ini merupakan isu yang rentan untuk di goreng saat pilkada ini, dan membuat situasi tidak kondusif," ujarnya.

Haickal meminta, kepada seluruh element masyarakat agar gencar melaporkan berbagai permasalahan atau berkaitan dengan isu-isu tidak sedap yang akan membuat pelaksaan pesta demokrasi tidak sedap.

"Silahkan laporkan kepada kami, kami minta juga peran aktif masyarakat buat melaporkan temuan - temuan yang meyimpang, dan membuat salah satu palson dirugikan," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help