PosBelitung/
Home »

Lokal

Baru 700 Pegawai Tidak Tetap Beltim Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Bentuk ketidakpatuhan perusahaan di Beltim lainnya adalah berupa masih adanya tunggakan iuran BPJS

Baru 700 Pegawai Tidak Tetap Beltim Tercover BPJS Ketenagakerjaan
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
RDP terkait BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Rapat Gedung DPRD Beltim, Senin (12/2/2018). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - ‎Ketua Komisi III DPRD Belitung Timur (Beltim) Ardian mengatakan, ketidakpatuhan untuk mengikutsertakan pekerja dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga terjadi di internal Pemkab Beltim sendiri.

Dia menyontohkan tidak semua Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Beltim yang belum tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Padahal, menurut dia, PTT juga wajib terlindungi dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. ‎

Politisi Hanura itu mengatakan, pihaknya akan meminta Pemkab Beltim untuk segera menindaklanjuti hasil RDP tentang BPJS Ketenagakerjaan, Senin (12/2/2018) siang.

"Baru 700 orang (PTT) yang tercover, sisanya 1200-an belum tercover. Ini pernah dibahas sejak 2014. Solusinya menaikkan gaji honor, tapi ini tidak ditindaklanjuti," ucap Ardian seusai RDP.

‎Selain itu, dari data yang masuk ke pihaknya, dia membenarkan banyak perusahaan di Beltim yang tidak patuh mengikutsertakan pekerjanya sebagai kepesertaan BPJS Ketenegakerjaan. Padahal UU nomor 24 tahun 2011 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengamanatkan seluruh rakyat Indonesia wajib terdaftar ke BPJS Ketenagakerjaan.

Bentuk ketidakpatuhan perusahaan di Beltim lainnya adalah berupa masih adanya tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

"Selama ini, implementasi di Beltim, hanya sebagian perusahaan yang mematuhi ketentuan tersebut. Ini terjadi karena tidak adanya niat para perusahaan atau pemberi kerja," kata Ardian (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help