Home »

Lokal

Rencana Tambang Terbuka PT Timah di Damar Dipertanyakan Warga Desa Burung Mandi

Warganya ingin bertanya bagaimana program PT Timah agar juga berdampak positif pada mereka.

Rencana Tambang Terbuka PT Timah di Damar Dipertanyakan Warga Desa Burung Mandi
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) mempertanyakan Rencana Kegiatan dan Penambangan Tambang Terbuka (Open Pit) PT Timah di Kecamatan Damar, Belitung Timur. RDP berlangsung di Gedung DPRD Beltim, Selasa (13/2/2018). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Rencana penambangan dan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Terbuka (Open Pit) PT Timah di Kecamatan Damar dipertanyakan oleh masyarakat Desa Burung Mandi.

Hal ini yang terungkap dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Beltim pada Selasa (13/2/2018) siang.

Pada RDP yang dibuka Anggota DPRD Beltim dapil Damar, Koko Haryanto didampingi Harjanto Johannes itu, Camat Damar Yulhaidir mengatakan, masyarakat di wilayahnya ‎mempertanyakan sejauh apa rencana Tambang Terbuka PT Timah di kawasan tersebut.

‎Rencana itu juga perlu diketahui dari sisi sejauh mana melibatkan warga sekitar sehingga berdampak pada ekonomi di sekitar wilayah tambang.

"Ini yang harus dikomunikasikan dulu,"‎kata Yulhaidir dalm pertemuan tersebut.

‎Sejuah ini, menurut dia, rencana PT Timah untuk menggarap Tambang Terbuka tersebut belum jelas. Apalagi sampai saat ini, dari sisi administrasi, pihaknya belum menerima surat apapun terkait rencana penambangan di perbatasan Desa Burung Mandi dan Desa Mengkubang.

"Ada ‎keresahan warga di dalam (sekitar wilayah tersebut). Termasuk mereka yang sudah menambang di sana tapi belum jelas (statusny)," kata Yulhaidir.

Ditemui usai RDP yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Yulhaidir mengatakan, masyarakat di sekitar wilayah tambang PT Timah perlu sosialisasi awal‎ sebelum adanya tahapan-tahapan penambangan.

Warganya ingin bertanya bagaimana program PT Timah agar juga berdampak positif pada mereka.

"Termasuk kami menanyakan bagaimana program PT Timah yang berdampak ke masyarakat secara langsung‎. Kami juga bermaksud mempertanyakan soal tata ruang tambang PT Timah di sana, CSR mereka. Data itu harusnya dilaporkan kepada kami, sehingga bisa diteruskan ke desa, dan bisa tahu berapa CSR-nya, ‎terdampak ke masyarakat, supaya lebih transparan," kata dia.

Yulhaidir mengatakan, pihaknya tidak alergi terhadap investasi. Hanya saja, aspek administrasi dan sosialisasi juga perlu disampaikan ke pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. "Sehingga masyarakat bisa mengerti bisa paham, dan kajian teknisnya sudah diterima dengan baik. Investasi aman, dan warga menerima," ucapnya.

Hasil RDP menyepakati, rencana tambang terbuka PT Timah akan kembali disosialisasikan ulang di tingkat desa hingga kecamatan.

"OPD-OPD teknis terkait juga akan dilibatkan dalam sosialisasi tersebut. PT Timah yang akan mengatur jadwalnya," ucap Yulhaidir. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help