Inilah Pancuran Tempat Raja Balitung Mandi di Timur Candi Kedulan Usai Berburu Perkutut

Aspek-aspek itu meliputi fitur bendung/waduk, saluran air sekunder maupun tersier, sumber air dan titik konsentrasi kemunculan air tanah.

Inilah Pancuran Tempat Raja Balitung Mandi di Timur Candi Kedulan Usai Berburu Perkutut
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Inilah Pancuran Tempat Raja Balitung Mandi di Timur Candi Kedulan 

...sri maharaja sri bahu wikra ma bajradewa mapikat khitiran waitannin parhyangn haji i tlu ron. i huwus nira mapikat madyus sira i pancuan mulih sira in kadatwan.....

("Sri Maharaja Sri Bahuwikramabajradewa menjerat burung perkutut di timur Parhyangan Haji di Tlu Ron. Setelah menjerat perkutut, beliau mandi di pancuran. Beliau pulang kembali ke kedaton (istana)". Tjahjono Prasodjo MA, UGM, 2018)

POSBELITUNG.CO, YOGYA - Pembacaan lengkap isi prasasti Tlu Ron menguak banyak hal kehidupan Mataram Kuno masa Sri Maharaja Dyah Balitung. Prasasti Tlu Ron ditemukan di situs Candi Kedulan pada Juli 2015 oleh tim BPCB DIY. 

Awal tahun ini, epigraf UGM, Drs Tjahjono Prasodjo MA, berhasil membaca secara utuh prasasti yang dituliskan di permukaan lempeng tebal batu andesit. Hasil kajian prasasti ini dibeberkan di Seminar Nasional Epigrafi di UGM pekan lalu. 

Salah satu bagian penting cerita dalam prasasti adalah saat ketika Raja Balitung berburu perkutut di daerah Tlu Ron, atau di wilayah yang sekarang jadi situs Candi Kedulan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Baris 3-4 kalimat di lempeng prasasti Tlu Ron temuan Juli 2015 itu berbunyi demikian;  

" ...sri maharaja sri bahu wikra ma bajradewa mapikat khitiran waitannin parhyangn haji i tlu ron. i huwus nira mapikat madyus sira i pancuan mulih sira in kadatwan....".

Terjemahannya; "....Sri Maharaja Sri Bahuwikramabajradewa menjerat burung perkutut di timur Parhyangan Haji di Tlu Ron. Setelah menjerat perkutut, beliau mandi di pancuran. Beliau pulang kembali ke kedaton (istana)..."

Kalimat ini menjadi bagian penting dan petunjuk menarik yang mengawali mengapa prasasti Tlu Ron berangka tahun 822 Saka (900 Masehi) itu dibuat, dan kemudian diletakkan di halaman Candi Kedulan.

Beberapa tahun lalu, dua prasasti batu lebih dahulu ditemukan di situs Candi Kedualan. Keduanya diberi nama Prasasti Sumundul dan Panangaran, berangka tahun 791 Saka (869 M). Dikeluarkan raja pendahulu Balitung, yaitu Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Halaman
1234
Editor: aladhi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved